Djokir Gandeng BPPT Bahas Bendungan dan Terowongan Raksasa Pengendali Banjir

Djokir Gandeng BPPT Bahas Bendungan dan Terowongan Raksasa Pengendali Banjir

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 27 Feb 2013 16:16 WIB
Djokir Gandeng BPPT Bahas Bendungan dan Terowongan Raksasa Pengendali Banjir
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dalam rencana membuat Giant Sea Wall (Bendungan Raksasa). PU juga berkonsultasi dengan BPPT dalam membangun Deep Tunnel (Terowongan Raksasa) guna menanggulangi banjir Jakarta.

Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto didampingi oleh Kepala BPPT, Marzan Iskandar usai melakukan diskusi di Kementerian Pekerjaan Umum, Rabu (27/6/2013).

"Yang dibicarakan itu saya ingin bisa kerjasama dengan BPPT. Tadi bagaimana usaha kita untuk mengurangi banjir Jakarta, dan tidak hanya Jakarta sebetulnya, Yogya dan daerah lain juga. Khusus Jakarta, secara garis besar, dari hulu diapain. Akhirnya sampai juga (membicarakan) giant sea wall. Dan multi purpose deep tunnel. Kita buat tim," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, pembicaraan dan diskusi ini akan terus dilakukan hingga pada akhirnya proyek tersebut akan direalisasikan. Sampai saat ini, kajian dan diskusi teknis mengenai kedua proyek tersebut akan dikaji kedua belah pihak.

"Intinya kita sepakat. Jadi kita akan rutin terus berdialog dan bekerja sama," tuturnya.

Secara terpisah, Kepala BPPT, Marzan Iskandar, menjelaskan, pihaknya sedang melakukan kajian terkait proyek Giant Sea Wall. Menurutnya, semua proyek penganggulanangan banjir tersebut harus terintegrasi dengan proyek yang telah ada.

"Kita sudah mendengarkan paparan, dari Deep Tunnel, demikian juga Giant Sea Wall. Kita sudah melakukan analisis, ini harus kita integrasikan sistemnya, yang sudah ada apa saja. Jakarta itu sudah ada proyek pengendali banjir Ada ombak pengendali banjir, sungai banjir kanal timur dan sebagainya. Itu bagaimana sistemnya," katanya.

Selain fungsinya, kajian pun akan ditekankan pada dampak lingkungan nantinya. "Selain benefit yang lain, nanti resikonya juga akan kita hitung bagaimana," pungkasnya.

(zlf/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads