Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan saat ini Indonesia merupakan negara penerima bantuan terbesar dari Islamic Development Bank (IDB) dibandingkan negara-negara anggotanya. Oleh karena itu, IDB berencana membangun kantor perwakilannya di Jakarta.
Demikian disampaikan Agus Marto usai acara Penandatanganan Host Country Agreement atas Pendirian Country Gateaway Office Islamic Development Bank Group dan Seminar The Role of IDB Group in Private Sector anda Public Private Partnership Investment di Indonesia di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (28/2/2013).
"Bila dirinci lebih lanjut dibanding negara-negara penerima bantuan IDB grup Indonesia tercatat sebagai salah satu negara penerima terbesar bantuan IDB untuk sektor pendidikan, administasi publik Indonesia ranking 1, untuk sektor pertanian nomor 2 dan sektor kesehatan nomor 3," ujar Agus Marto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sisanya terkait pembiyaan perdagangan internasional 41 persen dan pengembangan sektor swasta 5 persen," jelasnya.
Agus Marto menyatakan sebagai pemilik 2,7 persen modal IDB, Indonesia mendukung berbagai program yang dilaksanakan IDB grup baik di tanah air maupun global seperti wakaf fund yang digunakan sebagai percepatan pembangunan negara-negara Islam yang berpendapatan rendah.
Namun, lanjut Agus Marto, portofolio IDB di tanah air terhitung masih relatif rendah bila dibandingkan portofolio bank pembangunan internasional yang beroprasi di tanah air. Oleh karena itu, pihaknya mendukung pembangunan Country Gateaway Office (kantor perwakilan) sebagai bentuk nyata reformasi tata kelola yang dilakukan IDB grup.
"Kehadiran CGO akan memfasilitasi seluruh entitas IDB grup yang juga disertai pendelegasian, pengambilan keputusan IDB dari kantor pusat di Jeddah ke Jakarta. Kami mengharapkan CGO akan menghasilkan nilai tambah, daya saing dari produk-produk IDB grup sehingga mampu meningkatkan keterlibatan IDB dalam pembangunan sektor publik dan swasta di Indonesia," tandasnya. (nia/dru)










































