Setidaknya untuk menghasilkan satu ekor bibit sapi, diperlukan dana mencapai Rp 7 juta sampai Rp 9 juta per ekor sementara harga jual pedet hanya Rp 6 juta per ekor.
Pengusaha peternak dan juga Koordinator Sarjana Membangun Desa (SMD) wilayah Sumatera Barat Yongki menuturkan, untuk mensiasati tingginya harga pedet, peternak
sapi di bawah koordinasi SMD dan tersebar di seluruh Indonesia, ingin berkolaborasi dengan perusahaan pelat merah yang mulai mengembangkan bisnis sapi hingga produk turunannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita harapkan BUMN melakukan pembibitan, yang melakukan penggemukan di masyarakat (peternak), itu (pembibitan) yang kita nggak bisa karena mahal," tutur Yongki kepada detikFinance, di Kementerian Pertanian Ragunan Jakarta, Jumat (1/3/2013).
Yongki menjelaskan, secara kemampuan dan pengalaman peternak di bawah pembinaan SMD memenuhi syarat untuk menggemukan bibit sapi yang dihasilkan oleh BUMN.
"Kita harapkan bersinergi dengan BUMN. SMD punya skill, kalau jalan sendiri susah. Tidak layak dan feasible. Karena mereka mampu secara financial," tambahnya.
Seperti diketahui, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, saat ini sedang menggalakkan program BUMN sapi, Dahlan melalui PT Perkebunan Nusantara (PTPN), PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Berdikari fokus mengembangkan bibit dan penggemukan sapi potong dalam jumlah besar.
Dahlan mengaku sejak dirinya menjabat sebagai menteri BUMN, hal yang paling menyulitkan adalah mencari bibit sapi. Oleh karena itu, ia menyambut positif langkah Kemendag akan mengizinkan BUMN melakukan importasi bibit sapi.
"Memang dari pertama saya menjadi Menteri BUMN satu tahun ini, urusan sapi agak all out ternyata problem utama adalah kurangnya bibit sapi. Sehingga kalau dulu BUMN bertekad untuk penggemukan sapi sampai 100.000 ekor dalam 1 tahun ternyata tidak mudah. Mencari bibit itu tidak gampang dari 100.000 itu paling dapat 20.000. Berarti ini bibit menjadi persoalan di negeri ini. Oleh karena itu BUMN lebih memeperhatikan bibit dan penggemukan. Kalau RNI juga bergerak dibidang itu akan sangat baik. Karena kalau BUMN menggemukan sampai 100.000 petani bisa fokus gemukan sapi mereka," tutur Dahlan kemarin.
(hen/hen)











































