Denmark Bidik Bisnis Energi di Indonesia

Denmark Bidik Bisnis Energi di Indonesia

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 04 Mar 2013 14:51 WIB
Denmark Bidik Bisnis Energi di Indonesia
Jakarta - Menteri Perdagangan dan Investasi Denmark Pia Olsen Dhyr mengajak beberapa perusahaan negaranya saat berkunjung ke Indonesia. Ia mengaku akan mengadakan pertemuan dengan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) nasional Indonesia.

"Saya bawa beberapa perusahaan Denmark bersama saya sekarang untuk bertemu perusahaan minyak dan gas kalian," ujarnya disela-sela kunjungannya di Gedung Bappenas, Jalan Suropati, Senin (4/3/2013)

Ia berharap ada kerjasama strategis yang bisa dibangun, targetnya adalah untuk meraup hasil migas yang lebih banyak lagi. "Kerjasama strategis bisa membantu efisiensi perusahaan Indonesia sehingga artinya kalian bisa memperoleh lebih dari minyak dan gas bumi," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejauh ini, perusahaan Denmark sangat tertarik berinvestasi di Indonesia, apalagi melihat sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.

"Saya tahu banyak perusahaan Denmark tertarik untuk berinvestasi di Indonesia juga untuk menciptakan lapangan kerja di indonesia, fokusnya di sektor energi. Kami di Denmark juga punya sumber daya alam seperti minyak dan gas di laut bagian utara. Kalian juga punya yang sama," tambahnya.

Selain migas, di Indonesia ada peluang di energi terbarukan seperti angin, sampah dan yang lainnya. "Jadi bisa dilihat opportunity untuk wind energy, kita bawa perusahaan Denmark yang bisa membantu offshore energy," jelas Pia.

Sementara itu Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Bappenas Wismana Adi Suryabrata mengatakan nantinya ini akan diarahkan kepada pengusaha di negara tersebut untuk menjalin business to business (b to b) dengan perusahaan lokal.

"Jadi kita lebih arahkan private to private atau B to B, dengan difasilitasi pemerintah sehingga bisa membantu dan fasilitasi itu supaya bisa terjadi," ungkap Adi.

Ia mengaku, dari semua yang ditawarkan, pihak Denmark sangat tertarik untuk mengembangkan renewable energy (energi baru terbarukan) di Indonesia. Sehingga pembahasan lebih fokus untuk sektor tersebut.

"Dengan kedatangan ini kita tawarkan banyak potensi yang kita miliki, dari situ kita lihat apakah ada ketertarikan dan dari situ kita pilih, area yang diminati paling besar yaitu renewable energy," jelasnya.

Hal tersebut, menurutnya dikarenakan kekuatan teknologi Denmark dalam mengelola energi di negaranya. Salah satunya adalah listrik yang bersumber dari angin.

"Tadi update ekonomi Indonesia dan sektor apa saja yang bisa jadi peluang kerjasama ekonomi pembangunan dengan Denmark, adapun konsen ke sektor renewable energy karena mereka punya kelebihan disitu," tuturnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads