Potensi Perikanan Indonesia Luas
Selasa, 05 Okt 2004 16:05 WIB
Bandung - Indonesia berpotensi besar menggeser posisi Cina sebagai produsen ikan terbesar di dunia. Caranya, Indonesia harus menggerakkan potensi perikanan budi daya, tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan.Pandangan ini dikemukakan Menteri Kelautan dan Perikanan Dr Ir Rokhmin Dahuri kepada pers di Hotel Grand Aquilla Bandung, usai membuka Pertemuan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perikanan Budi Daya Selasa (5/10/2004).Menurut Rokhmin, di atas kertas potensi ikan Indonesia mencapai 65 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, 7,3 juta ton diperoleh dari hasil tangkapan. "Ada tantangan untuk ikan budi daya yang mestinya bisa mencapai 58 juta ton per tahun. Potensi kita teramat besar untuk itu," tegasnya.Cina sendiri dari data yang ada, setiap tahunnya bisa menghasilkan ikan budi daya sekitar 40 juta ton. Angka itu menurut Rokhmin, sudah menempatkan Cina pada peringkat pertama di dunia sebagai penghasil ikan. "Kalau kita bisa cepat, maka ranking pertama itu bisa kita pegang," paparnya lagi.Namun di situlah persoalannya. Terlalu panjang persoalan yang menurutnya membebani pengembangan usaha perikanan budi daya. Beberapa hal yang menurutnya bisa menjadi prioritas pembenahan adalah penegakan hukum di laut, pendidikan bagi kalangan nelayan dan pelaku perikanan, serta memberdayakan nelayan dengan lebih baik melalui modernisasi.Secara bertahap hal itu sudah dilakukan jajaran Departemen Kelautan dan Perikanan. Menteri mencontohkan, pihaknya sudah berhasil menekan angka pencurian kekayaan laut Indonesia (illegal fishing). "Angka rata-rata kerugian Indonesia karena illegal fishing mencapai Rp 4 trilun per tahun. Sekarang sudah berhasil ditekan menjadi sekitar Rp 1 triliun per tahun. Ini tantangannya," tegasnya.Soal memberdayakan nelayan, menurutnya juga sudah dicoba dengan memberikan bantuan kredit lunak melalui perbankan nasional. "Dicoba melalui Bank Mandiri, BNI dan Bukopin. Dari Bank Mandiri saja, kredit lunak untuk nelayan yang sudah dikucurkan mencapai Rp 1,7 triliun," paparnya.Yang jelas, selain pasar ekspor yang menurutnya terbuka luas sebetulnya peluang pasar ikan di dalam negeri juga amat terbentang luas. "Ikan itu selain sehat, murah, juga bisa menggiatkan kehidupan para nelayan. Di sini tantangan dan menariknya, jika sektor perikanan dan kelautan kita bisa berkembang dengan baik," katanya lagi.
(djo/)











































