Harga Meroket, 3 Komoditas Ini Jadi Sorotan SBY

Harga Meroket, 3 Komoditas Ini Jadi Sorotan SBY

Wahyu Daniel - detikFinance
Jumat, 15 Mar 2013 10:46 WIB
Harga Meroket, 3 Komoditas Ini Jadi Sorotan SBY
Foto: Setpres
Jakarta -

Kenaikan harga pangan masih terjadi dan menjadi perhatian pemerintah. Presiden SBY bahkan sampai meminta para menterinya untuk tidak tidur sampai harga pangan stabil dan rakyat tidak menderita.

Setidaknya ada tiga komoditas pangan yang saat ini sedang menjadi sorotan Presiden SBY karena kenaikan harganya cukup tinggi dan sudah tidak wajar.

"Ketika ada kritis harga pangan dan minyak tahun 2008 meluas karena krisis global. Bermalam-malam, berhari-hari kita bekerja. Saya pimpin langsung. Kalau tingkatannya seperti ini, hanya 3 komoditas yang mengalami kenaikan tidak wajar, selesaikan, jangan tidur kalau perlu sampai selesai. Rakyat memerlukan kepastian, solusi apa yang dilakukan kementerian terkait, lembaga terkait," tutur SBY dalam sidang kabinet kemarin di depan para menteri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa saja tiga komoditas pangan yang tengah disorot SBY? Berikut data yang dikutip detikFinance, Jumat (15/3/2013):

1. Bawang Putih

Foto: Dok. detikFinance
Harga bawang putih saat ini mencapai Rp 40 ribu/kg lebih. Petani lokal hanya memasok 5% keburuhan bawang putih di dalam negeri, sementara 95% harus diimpor dari berbagai negara.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), selama 2012, China sudah memasukan bawang putih ke Indonesia sebanyak 410 ribu ton atau US$ 239 juta. Untuk Januari 2013, impor bawang putih tercatat 23 ribu ton atau US$ 17,4 juta.

Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan pernah mengatakan, cuaca di Indonesia tidak cocok untuk tanaman bawang putih yang memerlukan iklim subtropis, karena itu banyak diimpor.

2. Bawang Merah

Foto: Dok. detikFinance
Dua lumbung bawang merah yaitu Brebes dan Tegal saat ini tengah kekurangan pasokan akibat cuaca banjir yang menimpa. Akhirnya harga bawang merah pun melonjak naik.

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), selama Januari 2013 Indonesia mengimpor bawang merah dengan jumlah 2.755 ton atau senilai US$ 1,4 juta atau Rp 13,3 miliar dalam sebulan. Sementara selama 2012 (Januari-Desember) lalu, impor bawang merah yang dilakukan Indonesia mencapai 96 ribu ton atau senilai US$ 42 juta atau Rp 399 miliar.

3. Daging Sapi

Foto: Dok. detikFinance
Harga daging sapi saat ini masih bercokol di Rp 95 ribu/kg dan belum ada tanda-tanda penurunan, padahal sudah beberapa bulan terakhir kenaikan in terjadi. Indonesia juga masih bergantung pada daging impor saat ini, khususnya dari Australia dan Selandia Baru. Belum ada langkah baru dari pemerintah untuk memberdayakan sapi di dalam negeri saat ini.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor daging yang dilakukan Indonesia di 2012 sebesar US$ 156,05 juta. Jumlah ini menurun cukup drastis dibandingkan 2011 yang nilainya US$ 321,42 juta.

Selama 2012 Indonesia masih mengimpor sapi hidup dari Australia senilai US$ 285,9 juta (101,4 ribu ton). Jumlah ini turun dari 2011 yang senilai US$ 328 juta (122,4 ribu ton). Dalam catatan tersebut, Australia menjadi satu-satunya negara yang menjual sapi hidup ke Indonesia di 2012.
Halaman 2 dari 4
(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads