Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro menuturkan, hal ini bisa dilakukan jika perusahaannya bisa memperoleh persetujuan kuota impor daging sapi dan sapi bakalan tambahan di 2013.
"Kita bisa jual daging sapi impor ke seluruh Indonesia dengan harga Rp 50.000 sampai Rp 70.000," tutur Ismed kepada detikFinance, Jumat (15/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kuota habis dan importir nggak bisa turunkan harga, dicabut dong kuota impornya. Ada perusahaan milik negara yang mau dan mampu mengembangkan sapi tetapi malah melirik swasta," tambahnya.
Ismed menuturkan, RNI siap bergabung dalam kosorsium BUMN bersama PT Berdikari dan Perum Bulog untuk terlibat secara aktif menstabilkan harga daging di dalam negeri. Saat ini, RNI telah mengembangkan peternakan sapi dan pusat pemotongan hewan berkapasitas besar dan modern yang tersebar di Jawa Barat dan Lombok Nusa Tenggara Barat(NTB).
"Kalau RPH di Jatitujuh Majalengka (Jabar) akan beroperasi Oktober 2013 dan RPH di Subang (jabar) siap beroperasi Desember 2013," cetusnya.
(/)











































