Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera membuat induk usaha BUMD untuk menyehatkan kinerja BUMD DKI, sehingga bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) yang tinggi.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok) menyatakan, akan ada BUMD-BUMD rugi yang segera ditutup atau didivestasi alias dijual ke swasta. Apa saja?
"Soal BUMD ya jelas, Pak Gubernur menginstruksikan ada BUMD holding buat BUMD yang sehat. Yang akan didivestasi, ya tergantung penghitungan ruginya berapa. Misalnya THR (Taman Hiburan Rakyat) Lokasari, itu sudah mau ditutup, akan dijadikan UPT (unit pelaksana teknis) saja. Kemungkinan PT Ratax, PT Pakuan, dan PT Graha Sari Suryajaya," tegas Ahok di Balai Kota, Jakarta, Jumat (15/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Ahok juga mengatakan, mau meminjam orang-orang profesional di BUMN atau perusahaan swasta untuk bekerja di BUMD dan menyehatkan kinerja BUMD.
Menurut data dari situs Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Provinsi DKI Jakarta, daftar BUMN di DKI adalah:
Bidang Properti
- PT. Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP)
- PT. Kawasan Berikat Nusantara (KBN)
- PT. Jakarta Propertindo
- PT. Pembangunan Jaya
- PD. Pembangunan Sarana jaya
- BP. Taman Hiburan Rakyat Lokasari
- PT. Jaya Nur Sukses
Bidang Pariwisata
- PT. Jakarta Tourisindo
- PT. Pembangunan Jaya Ancol
- PT. Pakuan Internasional
- PT. Graha Sahari Suryajaya (Sheraton Media Hotel & Tower)
- PT. Jakarta International Expo
Bidang Perdagangan dan Industri
- PD. Pasar Jaya
- PD. Dharma Jaya
- PT. Food Station Tjipinang Jaya
- PT. Cemani Toka
- PT. Delta Djakarta, Tbk
- PT. Alakasa Industrindo, Tbk
- PT. Determinan Indah
- PT. Rheem Indonesia
Bidang Perbankan/Keuangan
- PT. Bank DKI
- PT. Asuransi Bangun Askrida
BidangJasa/Utilitas
- PD. Air Minum Jaya
- PD. PAL Jaya
- PT. Ratax Armada











































