Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda Retno Lestari Priansari Marsudi dalam bincang-bincang akhir pekan, Jumat malam atau Sabtu (16/3/2013) WIB.
"Ikut mendukung dan menghibur masyarakat yakni artis-artis dari berbagai daerah, antara lain kesenian Karawang, Kepulauan Riau, Dekranasda Bogor. Selain itu juga ada workshop, angklung, gamelan, dan flashmob poco-poco di depan PMI," papar Dubes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PMI ini beda dari dan bukan Tong Tong Fair (TTF). TTF diselenggarakan oleh swasta Belanda dengan peserta negara-negara Asia. Sebaliknya PMI sepenuhnya diselenggarakan oleh Indonesia c.q KBRI Den Haag dengan selling point 'Indonesia', yang bukan hanya dirindukan oleh masyarakat Belanda, tetapi juga masyarakat Indonesia sendiri.
Bekerjasama dengan kementerian terkait, pemerintah daerah dan swasta, KBRI Den Haag melalui PMI fokus untuk promosi, transaksi perdagangan, pariwisata dan investasi, sekaligus memelihara tradisi budaya Indonesia di Belanda.
"Di samping itu, selama berlangsungnya PMI juga ada seminar Demokrasi Berkualitas dengan narasumber para pemuka partai politik dan panelis terkemuka dari Jakarta," demikian Dubes. (es/es)










































