Importir Hasil Bumi Yakin Ada Praktik Kartel Bawang Putih

Importir Hasil Bumi Yakin Ada Praktik Kartel Bawang Putih

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 18 Mar 2013 12:43 WIB
Importir Hasil Bumi Yakin Ada Praktik Kartel Bawang Putih
Jakarta - Gabungan Importir Hasil Bumi Indonesia (Gisimindo) meyakini adanya permainan dan praktik kartel yang membuat harga bawang putih melambung di angka tertinggi. Akhir-akhir ini harga bawang putih terus merangkak naik hingga Rp 70.000/kg.

"Ini sudah mafia di atas kartel. Ini jelas melibatkan oknum sehingga kami prihatin dan sedih terhadap kejadian ini," ungkap Ketua Gabungan Importir Hasil Bumi Indonesia (Gisimindo) Bob Budiman saat dimintai keterangan di Gedung Komisi IV DPR, Senin, (18/3/2013).

Bob beralasan lonjakan harga bawang ini terjadi karena kuota bawang (RIPH) dikeluarkan tanggal 7 Maret 2013 untuk IT. Padahal menurutnya pengakuan Haryono (Dirjen P2HP) mengatakan bahwa dia telah menerbitkan RIPH melalui impotir produsen. Ia juga mengatakan ada 110 kontainer berisi bawang putih yang diselundupkan melalui Pelabuhan Medan Belawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ternyata kami juga mendapatkan kontainer dari Medan Belawan yaitu dari PT X (Importir Produsen) sudah tiba pada tanggal 14 Maret 2013 di Priok. Padahal SPI (Surat Persetujuan Impor) kami belum keluar jadi ini ada permainan," katanya.

Lebih lanjut Bob menuturkan 110 kontainer dari Pellabuhan Medan Belawan statusnya sudah dirembes dan hanya menyisakan 30 kontainer di Tanjung Priok. Dari peristiwa itu Bob meyakini bahwa Importir penyelundup mendapatkan keuntungan yang sangat besar.

"Tetapi tanyakan ke Dirjen P2HP. Ini pelanggaran dan seharusnya berhenti. Ini kontainer sudah hilang. Importir Produsen PT Sumber Alam Rezeki bikin pabrik terasi dan dia mengajukan kuota berapa dan dikasih berapa. Contohnya 1000 kontainer dikasih. Seharusnya kan ditimbun tetapi digudangnya kan sudah nggak ada. 1 kontainer ada 25 ton dan untungnya untuk importir Rp 1,25 miliar sehingga Rp 500 miliar untungnya mereka," jelas Bob.

(wij/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads