Harga Minyak Dunia Tembus ke US$ 51 per Barel

Harga Minyak Dunia Tembus ke US$ 51 per Barel

- detikFinance
Rabu, 06 Okt 2004 10:44 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah di pasar New York tembus ke posisi US$ 51 per barel menyusul aksi dari spekulan yang menghembuskan rumor terganggunya produksi minyak Gulf di Meksiko akibat badai. Menurut analis minyak dari Fimat AS John Kilduff sebagaimana dikutip dari AFP, Rabu (6/10/2004) harga minyak naik setelah adanya rumor gangguan produksi minyak Gulf di Meksiko.Harga minyak untuk jenis Light dan Sweet yang akan dikirimkan pada November naik US$ 1,18 menjadi US$ 51,09 per barel dari harga penaran kontrak sebelumnya sekitar US$ 51,19 per barel. Sedangkan untuk jenis Brenth North Sea ditutup pada harga US$ 47,13 per barel dari posisi penawaran yang cukup tinggi di US$ 47,41 per barel.Para pedagang minyak mencermati betul pernyataan dari pihak pemerintah AS yang melansir produksi minyak Gulf di Meksiko akan mengalami gangguan menyusul adanya badai di wilayah tersebut. Pemerintah AS memperkirakan suplai minyak Gulf akan berkurang 26,65 persen atau sekitar 453.093 barel per hari dari total produksinya sebesar 1,7 juta barel per hari.Sementara itu analis minyak lainnya Fadel Gheit melihat bahwa melambungnya harga minyak dunia disebabkan oleh aksi dari spekulan yang meniupkan berbagai rumor negatif ke pasar. "Ini spekulasi, murni spekulasi. Tidak ada yang terkait dengan aspek fundamental," ungkapnya.Dalam pandangan Gheit aksi dari spekulan ini sebenarnya tidak perlu diikuti karena tidak didasarkan pada kondisi suplai dan demand. Menurutnya suplai minyak sebenarnya cukup yang bisa dilihat dari komitmen Irak untuk meningkatkan produksinya hingga 2,5 juta barel per hari, Rusia yang juga siap menaikkan produksinya 1 juta barel per hari demikian juga dengan OPEC hingga 2,5 juta barel per hari. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads