"Yang bisa dilakukan segera perintahkan Bulog untuk impor bawang biar para spekulan dan penjahat ini gigit jari," ungkap Komisioner KPPU Munrokhim Misanam di Hotel Sahid Jakarta, Senin (18/3/2013).
Ia berpendapat, sistem impor bawang putih yang dilakukan oleh Indonesia agak lucu karena impor bawang putih dilepas begitu saja tanpa ada tatanan (sistem) yang baik. Padahal produksi bawang putih di tanah air tidak sampai 5% sehingga Indonesia lebih mengandalkan impor bawang putih untuk kebutuhan 95%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun meyakini bahwa mahalnya harga bawang putih saat ini murni karena praktik kartel yang dilakukan oleh segelintir importir. KPPU sendiri bakal memanggil 11 importir terduga kartel dengan barang bukti 394 kontainer isi bawang putih di Tanjung Perak Surabaya.
"Ternyata ini benar (adanya dugaan kartel) 99,9% benar dengan apa yang kita gali. Ada unsur kesengajaan mencari justifikasi peraturan yang berubah. Pemerintah harus bergerak cepat terhadap 394 kontainer," tandasnya.
(wij/ang)











































