Purnomo: Subsidi BBM 2005 Bisa Dihemat Rp 9 Triliun

Purnomo: Subsidi BBM 2005 Bisa Dihemat Rp 9 Triliun

- detikFinance
Rabu, 06 Okt 2004 12:09 WIB
Jakarta - Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Punomo Yusgiantoro mengungkapkan pemerintahan baru nanti bisa melakukan penghematan subsidi BBM sekitar Rp 9 triliun jika berani melakukan langkah pengurangan subsidi untuk BBM jenis premium, minyak bakar dan diesel.Penghematan tersebut bisa dialokasikan untuk subsidi langsung di sektor pendidikan dan kesehatan. Purnomo menyampaikan hal tersebut usai berbicara dalam seminar International Workshop on Solar Energy Utilization di Hotel Interconinental, Jakarta, Rabu (6/10/2004)."Subsidi tetap bisa diberikan tetapi yang diubah adalah subsidi harga ke subsidi langsung. Jadi jangan ada persepsi atau pendapat di masyarakat bahwa subsidi ini akan dihilangkan. Obsesi saya sebagai ahli ekonomi energi dari lima jenis BBM yang ada yakni diesel, premium, minyak bakar, solar dan minyak tanah mestinya ke depan kita melihat tiga jenis BBM bisa dikurangi," kata Purnomo.Ketiga jenis BBM itu adalah minyak bakar, diesel dan premium kecuali minyak tanah dan solar yang masih diperlukan oleh rakyat kecil. Namun, lanjutnya, keputusan itu tergantung pemerintahan baru dan DPR mendatang. "Kalau untuk solar dan minyak tanah itu perlu pembahasan yang mendalam tapi silahkan nanti kan ada pemerintahan baru. Tapi dalam pertemuan terakhir saya sempat katakan jika mau subsidi harga diubah menjadi subsidi langsung saya kira ke depan yang bisa kita eliminasi adalah diesel, minyak bakar dan premium," tegasnya.Dengan penurunan subsisi untuk tiga jenis BBM tanpa mengubah solar dan minyak tanah menurutnya setidaknya subsidi bisa dikurangi sebesar Rp 9 triliun yang bisa dialokasikan untuk pendidikan dan kesehatan.Harga BBM 2004Sementara terkait dengan kenaikan harga BBM untuk tahun 2004, Purnomo memastikan sampai 20 Oktober nanti pemerintahan saat ini tidak akan merekomendasikan kenaikan BBM kecuali ada pendapat lain dari pimpinan nasional."Tapi sejauh ini pemerintah tidak ada rencana menaikkan harga BBM 2004 apalagi sidang DPR itu baru mulai pertengahan November sampai pertengahan Desember. Jadi saat itu sudah ditangani pemerintahan baru. Jadi tidak sempat kita pikirkan dari kurun waktu sekarang sampai 20 Oktober untuk menaikkan BBM," ujarnya.Dijelaskan dalam APBN 2004 sesuai kesepakatan pemerintah dan DPR ada penghematan sebesar Rp 3,9 triliun untuk subsidi BBM dari Rp 63 triliun menjadi Rp 59 triliun. (san/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads