Menteri yang kontroversial dan pernah terlibat perselisihan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini ternyata memiliki beberapa pencapaian sejak dilantik hingga saat ini. Mulai dari pencetakan sawah baru berkonsep moderen pertama di Indonesia, revitalisasi pabrik gula hingga pembenahan di internal BUMN.
Setidaknya ada 14 gebrakan Dahlan selama memimpin 142 perusahaan pelat merah yang terangkum oleh detikFinance. Mau tahu, gebrakan-gebrakan Dahlan selama memimpin BUMN? Berikut ini hasil penelusuran bagian pertama, Selasa (19/3/2013).
14. Cetak Sawah Moderen Baru
|
|
Dahlan menugaskan PT Sang Hyang Seri (SHS), PT Pertani, PT Pupuk Indonesia Holding Company serta BUMN karya untuk secara sinergi dan keroyokan mencetak sawah baru hingga 100.000 hektar di Kalimantan. Hal ini dilakukan untuk menciptakan ketahanan pangan Indonesia.
13. Revitalisasi Pabrik gula
|
|
Meskipun pabrik gula milik BUMN sebagian besar telah berusia lanjut bahkan merupakan peninggalan zaman kolonial, mantan bos PLN ini hanya mengintruksikan melakukan revitalisasi atau perbaikan pabrik dan perbaikan kualitas tebu yang masuk ke pabrik. Terbukti produktivitas gula yang dihasilkan meningkat tanpa perlu membangun pabrik gula baru.
12. Pengembangan Sapi
|
|
Namun, apa yang telah dirintis RNI di Lombok dan Majalengka Jawa Barat atau Berdikari di Sidrap Sulawesi Selatan, ternyata mengalami kendala dalam memperoleh bibit sapi. Akhirnya, Dahlan meminta kuota impor sapi bakalan dan daging beku sebagai subsidi pengembangan bibit sapi milik BUMN kepada pemerintah.
11. Pengembangan Perkebunan Buah Moderen
|
|
Memanfaatkan lahan milik PTPN VIII, yang sudah kurang cocok untuk tanaman teh di Jawa Barat, Dahlan meminta PTPN VIII menangkap peluang buah tropis seperti mangga, durian, manggis, pepaya, dan pisang untuk di ekspor ke China dan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sementara itu,
Direktur Utama PTPN VIII Dadi Sunardi, menjelaskan, tahap awal pihaknya akan mengembangkan tanaman buah musiman yakni pepaya dan pisang di lahan seluas 1.200 hektar di Jawa Barat mulai semester II-2013.
10. Sehatkan BUMN Dhuafa
|
|
Seperti PT Industri Kapal Indonesia (IKI) di Makassar yang kembali hidup dan bisa mengerjakan order perawatan kapal. Ada juga PT Kertas Leces yang mulai menerima order pasca tidur panjang setelah pergantian direksi.
9. Percepat Merger BUMN
|
|
Setelah BUMN Surveyor, Dahlan membuka opsi merger BUMN teknologi yakni PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) dan PT Len Industri (LEN).
"Inti dan LEN akan dikonsilidasi (merger), kayak Sucofindo dan Surveyor Indonesia. Polanya seperti itu," kata Dahlan.
Selain itu, mantan bos PT PLN ini berencana membuat holding Rumah Sakit milik BUMN dengan jalan melakukan merger.
8. Bentuk Bank Pos
|
|
Direktur Utama Pos Indonesia, I Ketut Mardjana menjelaskan, dengan memanfaatkan jaringan Pos Indonesia yang tersebar di pelosok negeri, diharapkan penyaluran pembiayaan dan pelayanan jasa perbankan yang masih belum tergarap bisa dimaksimalkan.
Selain itu, dengan kerjasama ini, bisa memanfaatkan jumlah nasabah Taspen yang sangat besar dan dibantu oleh Bank Mandiri yang memiliki kemampuan mengelola perbankan secara profesional.
"Ini akan memberikan kredit pensiun dan UMKM," tutur Ketut.
Sementara itu, Dahlan menjelaskan, bank baru ini merupakan bentuk aliansi yang murni lahir dari inisiatif, kerja keras dan ide dari tiga BUMN.
"Ini tidak sekedar sinergi tapi aliansi, terikat di Bank Sinar," tutur Dahlan saat menyaksikan peresmian Bank Sinar di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (31/1/2013).
Halaman 2 dari 8











































