Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan mengungkapkan, angka tersebut merupakan hasil negosiasi antara kedua belah pihak dimana sebelumnya, manajemen tetap pada pendirian semula sesuai nilai apraisal.
"Kami kan ada tim apraisal. Dari apraisal itu nilai buku ditambah time value (pembangunan) dari 2007 sampai 2013 itu Rp 212 miliar. Kami sepakat di Rp 190 miliar," kata Kiswodarmawan saat dihubungi detikFinance, yang dikutip Rabu (19/3/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk proses pelunasan sendiri, Kiswo belum bisa memastikan. Namun, diharapkan segera terealisasi dalam dua pekan ke depan.
"Kemarin, baru deal-nya. Pelunasan belum. Bayarnya nunggu Pak Edward Soeryadjaya (pemilik Ortus Holdings Ltd, pemegang saham mayoritas PT Jakarta Monorail)," ujarnya.
Selain harga tiang pancang, Kiswo membeberkan dua kesepakatan lain. Pertama, mengenai integrasi jalur monorel dimana rute pinggiran seperti Cibubur dan Bekasi digarap Adhi Karya. Kedua, penawaran tenaga ahli untuk proyek monorel Jakarta.
Dalam kesepakatan pertama, pihak Adhi Karya boleh melintas di jalur yang dibuat oleh Jakarta Monorail sehingga tidak perlu membangun ruas jalan lagi. Begitu juga sebaliknya.
"Iya, namanya kesepakatan integrasi. Jadi, nanti nyambung semua, nggak putus-putus. Kami kan garap dari Bekasi, Cibubur, sama Bandara-Harmoni, itu nanti bisa saling integrasi," katanya.
Sementara untuk kesepakatan kedua mengenai tenaga ahli, manajemen masih dalam tahap penawaran dan diskusi awal. Sekaligus menunggu jawaban pihak Jakarta Monorail.
"Kami tahu bahwa background mereka kebanyakan bukan orang engineering, makanya kami coba menawarkan tenaga ahli," ujar Kiswo.
"Kami ingin punya suatu jaringan yang baik dan mencoba menawarkan sebuah produk yang diperlukan untuk DKI Jakarta," tambahnya.
Executive Director Ortus Holdings Banyu Biru Djarot membenarkan pihaknya telah mencapai kesepakatan harga tiang pancang seperti yang disebutkan manajemen Adhi Karya.
Terkait pelunasan, dia hanya memberi konfirmasi bahwa hal itu sudah masuk ke dalam dokumen kesepakatan, dan akan dilakukan secepatnya.
"Yang pasti harga, kami mengikuti keinginan Adhi Karya. Ini sebagai bentuk komitmen kami pada pemprov DKI dalam akselerasi program Jakarta bebas macet," kata Banyu melalui pesan singkat.
(dru/dru)











































