Gebrakan Dahlan Iskan Setelah Jadi Menteri BUMN (2)

Gebrakan Dahlan Iskan Setelah Jadi Menteri BUMN (2)

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Rabu, 20 Mar 2013 14:05 WIB
Gebrakan Dahlan Iskan Setelah Jadi Menteri BUMN (2)
Jakarta - Sejak dilantik menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada 17 Oktober 2011, Dahlan Iskan langsung melakukan berbagai macam gebrakan atau manuver di Kementerian BUMN dan lingkungan perusahaan pelat merah.

Menteri yang kontroversial dan pernah terlibat perselisihan dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini ternyata memiliki beberapa pencapaian sejak dilantik hingga saat ini. Mulai dari pencetakan sawah baru berkonsep moderen pertama di Indonesia, revitalisasi pabrik gula hingga pembenahan di internal BUMN.

Setidaknya ada 14 gebrakan Dahlan selama memimpin 142 perusahaan pelat merah yang terangkum oleh detikFinance. Mau tahu, gebrakan-gebrakan Dahlan selama memimpin BUMN? Berikut ini hasil penelusuran detikFinance bagian pertama, Selasa (19/3/2013).

7. Pengangkatan Direksi dan Komisaris Tanpa Seremonial

Dahlan memutuskan tidak lagi melakukan pelantikan atau seremonial terhadap jajaran direksi dan komisaris perusahaan pelat merah. Dahlan beralasan proses pelantikan dengan konsep seremonial ini, sangat menyita waktu dan biaya.

Hal ini membuat proses pelantikan menjadi tidak efektif. Kepala Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi menjelaskan, sejak pertengahan 2012, pengangkatan direktur dan komisaris hanya berbentuk penyerahan Surat Keputusan oleh deputi terkait.

"Tidak perlu menunggu pelantikan karena birokrasi pelantikan sudah dia hapus sama sekali," ujar Faisal kepada detikFinance, Jumat (21/12/2012).

Beberapa BUMN yang sudah mendapat direksi atau baru tanpa ada upacara pelantikan dalam enam bulan terakhir adalah PT PAL, PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Jamkrindo, dan PT Jamsostek.

6. Pembuatan E-Tollpass Made in Indonesia

Berawal dari rasa kecewa, Dahlan akhirnya berhasil mendorong dan melihat perusahaan PT LEN dan PT Telkom Tbk berhasil merancang Pintu Tol Canggih atau Gerbang Tol Otomatis (GTO) yang 100% made in Indonesia di Gerbang Tol milik PT Jasa Marga Tbk secara bertahap.

Alat ini, dirancang untuk menanggap sinyal dari pemancar On Board Unit (OBU) versi terbaru yang terpasang di setiap mobil. Dahlan menjelaskan, dengan GTO asli buatan LEN dan Telkom ini, mobil hanya cukup mengurangi kecepatan tanpa harus berhenti saat memasuki pintu tol otomatis yang terpasang sinyal pemancar untuk menanggap sinyal OBU dari mobil.

"Nanti mobil mau lewat, palang terbuka sendiri tanpa harus berhenti," tutur Dahlan saat peresmian Gardu Tol Khusus E-Tollpass di gerbang tol Kapuk, Jakarta, Rabu (6/3/2013).

Dahlan menjelaskan, LEN dan Telkom juga akan menjual dan membuat OBU yang lebih murah yakni seharga Rp 300.000 per unit atau 50% dari alat yang pernah dijual saat ini, oleh PT Bank Mandiri Tbk.

"Harga saat ini masih kemahalan Rp 650.000. Nanti alat diproduksi di dalam negeri. Itu LEN bisa produksi dengan harga separuh," tambahnya.

5. Pengembangan Monorel Jabodetabek

Dahlan menantang konsorsium BUMN yang diketuai PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menyelesaikan persoalan kemacetan di DKI Jakarta. Tantangan ini kemudian ditangkap oleh ADHI dengan menggandeng PT INKA, PT Telkom Tbk, PT LEN dan PT Jasa Marga Tbk untuk mengembangkan monorel, 100% karya anak bangsa dengan pembiayaan murni dari BUMN.

Akhirnya ADHI Cs mengusulkan monorel Jabodetabek. Pada kesempatan yang terbaru, Dahlan menjelaskan, penugasan ADHI Cs akan keluar dalam kurun waktu 1 minggu ke depan tepatnya di bulan Maret 2013.

Namun, ADHI akan melakukan sosialisisasi dan memperkenalkan kepada masyarakat terlebih dahulu sebelum mengeksekusi proyek dengan memasang prototype monorel di depan Kementerian BUMN Jalan Merdeka Selatan.

"Sebentar lagi prototype akan dipasang di trotoar depan Kementerian BUMN, supaya masyarakat mengenal monorel," tutur Dahlan di kantor pusat PT PLN Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2013).

4. Bekerja 7 Hari Non Stop

Menikmati akhir pekan merupakan hiburan bagi para pekerja dan pejabat. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Dahlan. Di usianya yang ke 62 tahun, Dahlan selama 1 minggu bahkan Sabtu dan Minggu memilih untuk tetap bekerja.

Dahlan sering memanfaatkan waktu akhir pekannya untuk berkeliling Indonesia memantau program dan proyek BUMN atau sekedar mengunjungi BUMN Dhuafa.

3. Percepatan Tol & Bandara Bali

Dahlan terus memantau dan mendorong percepatan proyek keroyokan BUMN dalam membangun tol Bandara-Nusa Dua-Benoa Bali dan perluasan Bandara Internasional Ngurah Rai. Proyek yang murni dibiayai dari pendanan BUMN ini, terus dikebut untuk mendukung persiapan KTT APEC pada Oktober mendatang di Nusa Dua Bali.

2. Fasilitasi Pengembangan Mobil Listrik

Dahlan tampaknya serius memfasilitasi pengembangan mobil listrik nasional. Berita terbaru, Dahlan telah menyiapkan mobil listrik sport versi pengganti 'Tucuxi' karya Danet Suryatama. Dahlan menugaskan Ricky Elson anggota 'Putra Petir' untuk mengembangkan mobil listrik sport bernama 'Celo'.

"Nama Celo, pakai gearbox," tutur Dahlan di kantor pusat PT PLN Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2013).

Untuk desain, Dahlan menyerahkan semuanya kepada Ricky untuk berancang mobilnya. Untuk harga, mantan bos PLN ini menuturkan, harga mobil Celo lebih murah daripada Tucuxi.

"Nggak semahal itu (Tucuxi) paling Rp 1,5 miliar," tambahnya.

Celo sendiri, diambil dari bahasa Jawa yang memiliki arti batu. Selain Celo, Dahlan juga mendukung pengembangan mobil listrik versi Alphard, City Car dan Bus. Untuk pengembangan ini, akan dilibatkan Dasep Ahmadi dan Rafi.

Mantan bos Jawa Pos Grup ini menjelaskan, semua mobil listrik tersebut akan digunakan untuk keperluan angkutan peserta pada KTT APEC di Nusa Dua Bali kecuali Selo yang khusus untuk dipamerkan saja.

"Mobil listrik ada 3 tim lagi bekerja keras. Mobil akan dipakai KTT Apec bulan Oktober. Ada bis vip sebanyak 8-10 mobil, ada mobil vip kelas Alphard 5 biji, mobil kelas minibus carry 10 unit, 1 unit mobil sport yang dikembangin Ricky," sebutnya.

Untuk pengembangan semua mobil listrik ini, Dahlan menyebut ada dana yang diambil dari kocek pribadinya dan sponsor BUMN. Selain itu, semua mobil listrik made in Indonesia ini, akan mengikuti persyaratan uji kelayakan dari Kemenhub. Selain itu, Dahlan melibatkan PT Pindad (Persero) untuk pengembangan dinamo mobil listrik.

1. Dorong BUMN Go Internasional

Dahlan ingin melihat perusahaan pelat merah Indonesia bermain di kancah internasional. Di Timor Leste, PT Telkom Tbk sudah menancapkan kakinya. Langkah ini sebelumnya telah didahului oleh PT Bank Mandiri Tbk dan BUMN karya.

Selain itu, BUMN juga akan melebarkan sayapnya ke ke Irak. PT Pertamina dan PT Wijaya Karya Tbk, siap menancapkan usahanya di negeri pasca konflik ini. Terbaru, Dahlan siap mendorong 15 BUMN untuk melebarkan sayapnya ke Myanmar. Langkah ini dilakukan, untuk menangkap peluang bisnis yang masih belum tergarap di Myanmar.

"Lima Belas BUMN akan ke Myanmar, cari rezeki," tutur Dahlan usai rapim di kantor pusat PT PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2013).
Halaman 2 dari 8
(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads