Harga BBM Rendah, Penerapan Energi Terbarukan Tak Optimal

Harga BBM Rendah, Penerapan Energi Terbarukan Tak Optimal

- detikFinance
Rabu, 06 Okt 2004 15:43 WIB
Jakarta - Restrukturisasi harga BBM harus segera dilakukan. Tanpa itu, penggunaan energi alternatif seperti solar (sinar matahari) tidak akan berjalan dengan baik.Demikian diutarakan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Poernomo Yusgiantoro, dalam sebuah seminar mengenai pemanfaatan Energi Solar di Hotel Intercontinental, Jl. Jenderal Sudirman, Jakartak, Rabu (6/10/2004)."Saya sampaikan energi alternatif seperti solar yang sekarang sedang digalakan Jepang dan orang-orang Indonesia tidak akan berjalan dengan baik jika kita tidak melakukan restrukturisasi energy pricing policy di Indonesia. Ini pendapat saya, jadi perlu ada restrukturisasi mengenai kebijakan harga BBM di Indonesia," ujarnya.Poernomo menjelaskan, upaya restrukturisasi itu dilakukan agar semua orang tidak tergantung pada BBM. Menurut Poernomo, tingginya subsidi menyebabkan orang lebih memilih menggunakan BBM karena harganya masih terendah.Poernomo berharap restrukturisasi harga BBM cepat dilaksanakan. Dengan demikian, sambungnya, target pemerintah mengisi 5 persen dari kebutuhan nasional dengan energi terbarukan pada tahun 2020 bisa tercapai.Diakui Pornomo, masalah energi terbarukan ini masih memiliki berbagai kendala, baik teknis maupun non teknis. Kendala teknis di antaranya peralatan tidak memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga sering rusak. Hal ini menimbulkan image yag tidak baik.Kendala non-teknis terkait mahalnya peralatan energi terbarukan, serta kurangnya dukungan institusi keuangan dalam pemasaran peralatan energi terbarukan."Hambatan lainnya dari pemerintah di bidang perpajakan yang tidak mendukung perkembangan pemasaran energi terbarukan. Ada juga hambatan-hambatan regulasi lainnya," papar Poernomo. (djo/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads