Opsi atau rencana menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akhirnya hilang dari prioritas kebijakan pemerintah pada 2013. Hal ini seiring dengan inflasi yang yang lebih tinggi diluar perkiraan pada dua bulan pertama 2013 akibat kenaikan harga pangan.
Demikianlah yang disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo usai acara Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) untuk Tahun Pajak 2012 di Aula Mezzanine Gedung Kemenkeu Jalan Wahidin Raya, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2013)
"Agar APBN menjadi sehat dan berkesinambungan, dan kita tidak menjadi prioritas untuk menaikan harga BBM. Karena memang di 2 bulan pertama ini inflasi sudah tinggi. Jadi faktor di dalam ini memang berpengaruh pangan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kan sama-sama menjaga bahwa jangan sampai APBN kita defisit terlalu besar, dan banyaknya subsidi listrik yang sangat besar itu, jadi kalau masih bisa dikendalikan tentu lebih baik, dan diharapkan fiskal kembali sehat," pungkasnya.
(hen/hen)










































