Harga BBM Perlu Naik Berkala
Rabu, 06 Okt 2004 23:38 WIB
Jakarta - Pemerintah ke depan dinilai perlu menaikkan harga BBM. Pasalnya kenaikan itu tidak bisa ditunda lagi karena akan berdampak pada subsidi yang memberatkan negara. Namun untuk meminimalisir imbasnya, kenaikan itu sebaiknya dilakukan secara bertahap selama 4-5 tahun sambil memperhatikan pula kemampuan rakyat.Hal tersebut terungkap saat diskusi bertajuk "Subsidi BBM: Apa yang Seharusnya Dilakukan Pemerintah" di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (6/9) yang digelaroleh Ikatan Ahli Teknik Minyak Indonesia (IATMI). Hadir sebagai pembicara analis kebijakan energi, Umar Said, pengamat ekonomi Muhammad Ichsan dan MariePangestu dan juga Ketua IATMI Kardaya Warnika."Kalau kenaikan dilakukan secara konsisten, maka dalam 4-5 tahun bom waktu subsidi yang berat ini dapat diselesaikan .Apalagi jika pada saat yang sama, pemerintah juga bisamenciptakan lapangan kerja," kata Umar Said.. Umar juga mengimbau agar pemerintah mengimbangi kenaikan tersebut dengan beberapa kebijakan lain yang bertujuan menekan subsidi BBM, seperti menurunkankonsumsi BBM dan menggantikannya dengan energi alternatif , meningkatkan produksi minyak bumi dan menurunkan biaya produksi minyak bumi. Umar menjelaskan energi alternatif yang dimaksud adalah mengganti minyak solar dengan gas bumi. "Saya rasa ini sangat mungkin dilakukan, sebab kita masihmemiliki gas yang cukup banyak, misalnya di Tangguh,Papua yang sampai sekarang masih membutuhkan komitmen pasar," katanya. Jika pemerintah sukses melakukan langkah itu, maka akan diperoleh penghematan yang cukup signifikan. Sebagai gambaran, padatahun 2003, Jawa mengkonsumsi solar bersubsidi sebanyak 10 miliar liter. Jika besaran subsidi Rp1.000 per liter, maka angka penghematan akan mencapaiRp10 Triliun. Angka penghematan akan menjadi lebih besar lagi bila sebagian konsumsi minyak tanah bersubsidi digantikangas bumi dan briket batubara. Selain itu diesel-diesel PLN digantikan dengan PLTU batubara. "Kalau semua langkah ini dilakukan secara bersamaan, angkapenghematannya akan cukup signifikan," katanya. Ditambahkan Muhammad Ichsan, kenaikan BBM tidak akan membawa dampak pada inflasi. Sebagai bukti, pada tahun 2003, di manakenaikan harga BBM sepanjang tahunmencapai 20 persen,iflasi mencapai 5 persen. Sebaliknya pada tahun 2004,saat di mana harga BBM tidak naik, inflasi mencapai 6,5 persen. "Angka-angka ini memperlihatkan bahwa kenaikan hargaBBM tidak mempengaruhi tinggi rendahnya inflasi.Karena itu pemerintah harus berani mengurangi subsidi BBM sesuai dengan Propenas," ujarnya. Sementara Marie Pangestu menegaskan dalam menentukan besaran kenaikan harga BBM, pemerintah harus memperhitungkan kemampuanrakyat terbawah, sehinggaharga baru tersebut tidakmengganggu kehidupan mereka.
(fab/)











































