Ini yang Perlu Diketahui Tentang Krisis Siprus (1)

Ini yang Perlu Diketahui Tentang Krisis Siprus (1)

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 26 Mar 2013 10:58 WIB
Ini yang Perlu Diketahui Tentang Krisis Siprus (1)
Foto: CNBC
Jakarta - Pada malam panjang 15-16 Maret 2013 lalu, Menteri Keuangan Republik Siprus menerima kesepakatan bailout untuk negaranya yang dililit utang yang sangat besar dan menyebabkan Uni Eropa kembali ke masa krisis dengan cepatnya.

Dengan utang negara yang menumpuk, Menteri Keuangan Sprus Michael Sarris meminta bantuan ke Rusia. Rusia sendiri memiliki kepentingan dalam membantu negara tersebut. Banyak bisnis Rusia yang telah terdaftar di Siprus yang mendapatkan keuntungan dari lunaknya undang-undang pajak setempat.

European Central Bank (ECB) alias Bank Sentral Eropa telah menambahkan tekanan dengan menyatakan bahwa mereka tidak akan memperpanjang dana darurat likuiditas untuk bank-bank Siprus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Waktu terus berjalan, dan prospek negara keluar dari Uni Eropa atau gagal bayar utang semakin terbuka lebar. Klik ini di bawah ini untuk melihat bagaimana krisis ini berjalan seperti dikutip dari CNBC, Rabu (26/3/2013).

11. Warga Siprus Protes

Warga Siprus yang protes mengibarkan spanduk menggambarkan Kanselir Jerman, Angela Merkel sebagai Nazi, selama demonstrasi menentang kesepakatan bailout Uni Eropa di luar parlemen di ibukota, Nicosia, pada tanggal 19 Maret 2013 kemarin.

Pembicara dalam parlemen mendesak anggota parlemen untuk mengatakan "tidak untuk memeras" dalam pemungutan suara pada bailout zona Eropa, yang bertujuan untuk menyelamatkan pulau Mediteranian dari kebangkrutan.

10. Ketegangan yang Naik-Turun

Setelah melakukan tiga pertemuan, sebagai kepala Grup Euro, Menteri Keuangan Belanda, Jeroen Dijsselbloem menghadapi tuduhan bahwa ia gagal mengantisipasi kemarahan warga yang akan dikenakan pajak atas simpanannya di bank, mempertaruhkan penolakan oleh parlemen Siprus yang akan menjerumuskan Uni Eropa kembali ke masa krisis.

9. Siprus Menolak

Anggota parlemen Siprus memberikan suara pada kesepakatan Bailout di Nicosia pada tanggal 19 Maret 2013. Mereka sangat menolak pajak atas tabungan nasabah seperti yang diminta pemberi pinjaman internasional sebagai syarat kesepakatan bailout. Dengan suara yang terkumpul 36 menolak, 19 abstains dan sama sekali tidak ada yang mendukung.

8. Rusia Siap Jadi Penyelamat?

Setelah menawarkan untuk mengundurkan diri, Sarris tiba di Rusia untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Rusia di malam tanggal 19 Maret, yang mengarah pada spekulasi bahwa Rusia bisa datang untuk membantu Siprus.

Rusia dan Siprus sendiri telah berunding pada 21 Maret 2013 untuk melakukan kesepakatan yang mencakup kerja sama di bidang perbankan dan cadangan gas alam.

7. Banyak Hal Saling Bertolak Belakang

Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev mengkritik kebijakan penanganan yang dilakukan Uni Eropa soal krisis utang Siprus. Ia menilai pajak yang ditarik atas simpanan bank akan merugikan para nasabahnya, termasuk nasabah Uni Soviet. Medvedev (Kanan) bertemu dengan Presiden Komisioner Uni Eropa Jose Manuel Barroso, 21 Maret 2013.

6. Penyelamatan dari Gereja?

Kepala Gereja Ortodoks Siprus, Uskup Agung Chrysostomos II, mengatakan, ia akan memberikan aset gereja untuk menarik Siprus dari krisis, setelah anggota parlemen menolak rencana penarik 10% deposito nasabah bank.
Halaman 2 dari 7
(zlf/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads