Ini yang Perlu Diketahui Tentang Krisis Siprus (2)

Ini yang Perlu Diketahui Tentang Krisis Siprus (2)

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 26 Mar 2013 12:50 WIB
Ini yang Perlu Diketahui Tentang Krisis Siprus (2)
Foto: CNBC
Jakarta - Pada malam panjang 15-16 Maret 2013 lalu, Menteri Keuangan Republik Siprus menerima kesepakatan bailout untuk negaranya yang dililit utang yang sangat besar dan menyebabkan Uni Eropa kembali ke masa krisis dengan cepatnya.

Dengan utang negara yang menumpuk, Menteri Keuangan Sprus Michael Sarris meminta bantuan ke Rusia. Rusia sendiri memiliki kepentingan dalam membantu negara tersebut. Banyak bisnis Rusia yang telah terdaftar di Siprus yang mendapatkan keuntungan dari lunaknya undang-undang pajak setempat.

European Central Bank (ECB) alias Bank Sentral Eropa telah menambahkan tekanan dengan menyatakan bahwa mereka tidak akan memperpanjang dana darurat likuiditas untuk bank-bank Siprus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Waktu terus berjalan, dan prospek negara keluar dari Uni Eropa atau gagal bayar utang semakin terbuka lebar. Klik ini di bawah ini untuk melihat bagaimana krisis ini berjalan seperti dikutip dari CNBC, Rabu (26/3/2013).



5. Ultimatum ECB

European Central Banks (ECB) menetapkan batas waktu sampai 25 Maret 2013 untuk menyetujui rencana bailout, dengan ancaman akan memotong dana untuk bank di Siprus, jika program tersebut tidak disetujui pada waktu yang ditentukan, dengan Uni Eropa dan IMF.

4. Rencana Tarik Dana Besar-besaran dari Bank?

Antrian memanjang di luar ATM Bank Laiki pada 21 Maret 2013. Ini merupakan salah satu bank terbesar yang jadi dalang di balik krisis finansial di Siprus.

3. Dana Investasi Solidaritas

Pemimpin politik di Siprus menyetujui bahwa negaranya harus membentuk suatu dana investasi solidaritas untuk meningkatkan tambahan modal yang diperlukan untuk menyepakati bailoit dengan zona Eropa dan IMF, untuk menghindari runtuhnya sistem perbankan.

2. Sistem Perbankannya Sudah di Ujung Tanduk

Jika Siprus tidak menyetujui kesepakatan Uni Eropa, bank terbesarnya bisa terhapus dari deposito yang tak diasuransikan, dan negara akan dipaksa untuk keluar dari Uni Eropa. Kata seorang Pejabat Senior Uni Eropa.

1. Efek Krisis Bisa Menular

Menjadi anggota dari Uni Eropa seharusnya tak dapat diubah, namun sekarang banyak timbul pertanyaan, apa yang akan terjadi jika Siprus tidak dapat memenuhi syarat-syarat Troika-Komisi Eropa, IMF dan European Central Bank dan dipaksa keluar dari mata uang tunggal. Apakah penularan ini akan menyebar ke seluruh Eropa Selatan?
Halaman 2 dari 6
(zlf/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads