Agus Marto Nilai Ekonomi Dunia 2013 Masih Belum Aman

Agus Marto Nilai Ekonomi Dunia 2013 Masih Belum Aman

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 27 Mar 2013 12:32 WIB
Agus Marto Nilai Ekonomi Dunia 2013 Masih Belum Aman
Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan gerak ekonomi dunia di tahun 2013 masih belum aman. Ekonomi dunia di tahun 2013 masih belum cukup baik bila dibandingkan dengan tahun 2012.

"Kalau lihat secara umum dan kita lihat dunia itu kalau ekonominya memang di tahun 2013 akan sedikit lebih baik dari 2012. Tetapi kalau dilihat dari sumber-sumber yang menjadi rujukan kita lihat prediksi kinerja tahun 2013 terus dilakukan revisi dari Januari 2012 sampai Januari 2013. Ternyata revisi yang dijalankan terus mengalami penurun padahal sebelumnya bulan Januari sempat tinggi tetapi dikoreksi dan turun," ungkap Agus saat melantik pejabat ekselon I di Kementerian Keuangan Jakarta, Rabu (27/3/2013).

Ia menambahkan, melihat ekonomi dunia baik Eropa dan Amerika bila dibandingkan setahun yang lalu terus dikoreksi mengalami penurunan. Menurutnya, hanya ada dua negara yang berpotensi mengalami pertumbuhan ekonomi di tahun 2013 yaitu China dan India. Sedangkan untuk Indonesia dan sebagian besar negara ASEAN akan mengalami penurunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"ASEAN 5 termasuk Indonesia akan mengalami penurunan. Kita di awal tahun punya anggaran untuk tumbuh 6,6-6,8%. Perkiraan kita bisa tumbuh 6,5-6,8% diperkirakan pertumbuhan 2013 tumbuh di kisaran 6,8%," imbuhnya.

Keadaan ekonomi dunia yang memburuk jelas berdampak pada sisi keuangan negara Indonesia.

"Ekonomi dunia berdamppak ke Indonesia, harga komoditi banyak yang rendah dan pembeli sangat lemah dan berdampak pada penerimaan Indonesia. Tentu kita harus waspada dan di Ekonomi Indonesia sendiir terutama fiskal ada kekhawatiran dalam pembelian dan penerimaan belanja terutama subsidi. Dan neraca pembayaran serta transaksi berjalan yang harus diwaspadai," katanya

"Kita harus bekerja lebih baik lagi dan lebih cerdas karena tantangan kita jauh lebih besar. Persiapkan kebijakan dan peraturann yang baik. Karena kita ingin reputasi negara kita tumbuh selama 9 kuartal terakhir di atas 6%," tandasnya.

(wij/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads