Bicara Ekonomi Yogya, Sultan HB X: Layanan Kesehatan dan Korupsi Masih Menghantui

Bicara Ekonomi Yogya, Sultan HB X: Layanan Kesehatan dan Korupsi Masih Menghantui

Maikel Jefriando - detikFinance
Kamis, 28 Mar 2013 11:10 WIB
Bicara Ekonomi Yogya, Sultan HB X: Layanan Kesehatan dan Korupsi Masih Menghantui
Yogyakarta - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyelenggarakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) tahun 2014. RKPD menitikberatkan kepada pembangunan ekonomi dalam kondisi stabilitasi politik menghadapi Pemilihan Umum 2014.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menuturkan, tema RKPD adalah memantapkan perekonomian daerah dan stabilitas sosial politik menuju daerah istimewa Yogyakarta yang berkarakter, berbudaya, maju, mandiri, dan sejahtera.

Menurutnya, kestabilan politik di daerah perlu dijaga untuk memastikan perekonomian tetap berjalan sesuai dengan rencana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi 2014 adalah tahun penuh tantangan, konstelasi politik yang ada pada pemilu menjadi sesuatu yang perlu dilewati," ungkap Sultan saat membuka Musrenbang 2013 di Hotel Ambarrukmo, Jalan Adisucipto, Yogyakarta, Kamis (28/3/2013).

Selain itu, beberapa masalah masih mengantui DIY. Seperti terkait dengan potensi bencana yang belum dapat dipastikan tidak akan terjadi lagi, dan juga layanan kesehatan serta korupsi.

"Kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, rendahnya tingkat penyelesaian kasus korupsi, bencana yang masih menghantui," papar Sultan.

Ia mengharapkan langkah yang kreatif dari pemanfaatan potensi lokal untuk mendorong ekonomi daerah. "Perlu dilakukan perubahan dan upaya kreatif untuk tingkatkan pembangunan di DIY," sebutnya.

"Masyarakat DIY adalah masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri, mampu merespons dan berkonstribusi trhadap tantangan zaman melalui potensi yang dmlikinya," sambung Sultan.

Ia menambahkan, ekonomi juga harus diselaraskan dengan pendidikan sesuai dengan paradigma daerah.

"kemajuan ekonomi barbasis pengetahuan dan teknologi, kedua adalah kausalitas pembangunan ekonomi dan pendidikan dan ketiga pendidikan yang menjadi dasar ekonomi," pungkasnya.

Acara Musrenbang digelar selama satu hari. Acara pembukaan tampak dihadiri oleh perwakilan dari Dirjen Perimbangan Kementerian Keuangan Marwanto Harjowiryono dan Deputi Bidang Ekonomi, Kementerian PPN/ Bappenas Prasetijono Widjojo.

(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads