Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menuturkan, tema RKPD adalah memantapkan perekonomian daerah dan stabilitas sosial politik menuju daerah istimewa Yogyakarta yang berkarakter, berbudaya, maju, mandiri, dan sejahtera.
Menurutnya, kestabilan politik di daerah perlu dijaga untuk memastikan perekonomian tetap berjalan sesuai dengan rencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, beberapa masalah masih mengantui DIY. Seperti terkait dengan potensi bencana yang belum dapat dipastikan tidak akan terjadi lagi, dan juga layanan kesehatan serta korupsi.
"Kualitas layanan kesehatan dan pendidikan, rendahnya tingkat penyelesaian kasus korupsi, bencana yang masih menghantui," papar Sultan.
Ia mengharapkan langkah yang kreatif dari pemanfaatan potensi lokal untuk mendorong ekonomi daerah. "Perlu dilakukan perubahan dan upaya kreatif untuk tingkatkan pembangunan di DIY," sebutnya.
"Masyarakat DIY adalah masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri, mampu merespons dan berkonstribusi trhadap tantangan zaman melalui potensi yang dmlikinya," sambung Sultan.
Ia menambahkan, ekonomi juga harus diselaraskan dengan pendidikan sesuai dengan paradigma daerah.
"kemajuan ekonomi barbasis pengetahuan dan teknologi, kedua adalah kausalitas pembangunan ekonomi dan pendidikan dan ketiga pendidikan yang menjadi dasar ekonomi," pungkasnya.
Acara Musrenbang digelar selama satu hari. Acara pembukaan tampak dihadiri oleh perwakilan dari Dirjen Perimbangan Kementerian Keuangan Marwanto Harjowiryono dan Deputi Bidang Ekonomi, Kementerian PPN/ Bappenas Prasetijono Widjojo.
(dnl/dnl)










































