Banyak Impor BBM, Neraca Perdagangan RI Masih Defisit

Banyak Impor BBM, Neraca Perdagangan RI Masih Defisit

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 01 Apr 2013 12:10 WIB
Banyak Impor BBM, Neraca Perdagangan RI Masih Defisit
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Neraca perdagangan Indonesia kembali defisit pada Februari 2013, yang nilainya mencapai US$ 327,4 juta. Secara kumulatif (Januari-Februari 2013), jumlah defisit perdagangan Indonesia tercatat US$ 402,1 juta.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin menuturkan, penyebab defisit neraca perdagangan adalah karena impor BBM bersubsidi jenis premium.

"(Impor) minyak mentah US$ 12,28 juta dan hasil minyak US$ 2,22 miliar, dan itu hasil minyak premium yang paling besar andilnya," ungkap Suryamin di Gedung BPS Pusat, Pasar Baru, Jakarta, Senin (1/4/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari data BPS, sepanjang Februari 2013 nilai ekspor diketahui US$ 14,99 miliar atau turun 4,5% dibanding bulan yang sama tahun lalu. Nilai ekspor migas mencapai US$ 2,54 miliar, atau turun 2,51%. Sementara ekspor non migas mencapai US$ 12,45%. Total ekspor Indonesia pada Januari-Februari 2013 mencapai US$ 30,36 miliar atau turun 2,88%.

"Ekspor non migas ada perkembangan yang bagus, secara total kan US$ 25,17 miliar atau naik 1,83%. Share terbesar bahan bakar mineral US$ 4,19 miliar, lalu lemak dan minyak hewan US$ 3,80 miliar," sambungnya.

Negara tujuan ekspor terbesar Indonesia adalah China senilai US$3,29 miliar, Jepang US$ 2,77 miliar, USA US$ 2,43 miliar dengan total pangsa pasar ketiganya 33,77%.

Sementara nilai impor Indonesia pada Februari 2013 tercatat US$ 15,32 miliar atau naik 3,03% dibanding Februari 2012. Impor migas tercatat US$ 3,65 miliar dan non migas tercatat US$ 11,67 miliar.

"Secara year on year nilai impor itu naik 4,57% menjadi US$ 30,77 miliar dan non migas juga naik 1,07%," ungkapnya.

Negara asal barang impor terbesar ke Indonesia adalah China US$ 4,53 miliar, Jepang US$ 3,09 miliar, dan Thailand US$ 1,80 miliar dengan total pangsa pasar ketiganya 40,7%.

"Thailand ini banyak juga yang diimpor ke Indonesia seperti kendaraan bermotor dan barang hortikultura," terang Suryamin.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads