Lonjakan Harga Bawang Dinilai Hanya Kecelakaan

Lonjakan Harga Bawang Dinilai Hanya Kecelakaan

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 01 Apr 2013 15:00 WIB
Lonjakan Harga Bawang Dinilai Hanya Kecelakaan
Jakarta - Selama tiga bulan di 2013, dua komoditas yaitu bawang merah dan bawang putih menjadi penyebab tingginya inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan hal ini pertama kalinya terjadi dan dapat disebut kecelakaan.

"Iya utamanya. bawang merah dan bawang putih itu kecelakaan sajalah. Enggak pernah muncul soalnya, biasanya cabai," ungkap Deputi bidang Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo di Gedung BPS, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Senin (1/4/2013)

Dibandingkan dengan jeruk ataupun cabai, menurut Sasmito bawang tidak pernah menjadi indikasi utama terjadinya inflasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau cabai kan sudah sering, bawang merah dan bawang putih itu kan nggak pernah menyebabkan inflasi yang besar. Tapi kalau jeruk berkali-kali pernah, impor kita di jeruk banyak, jeruk kita juga banyak. Karena itu faktor musim juga bisa," paparnya.

Bahkan menurutnya, kenaikan TDL selama empat kali dalam tahun ini tidak memberi dampak separah kasus yang disebabkan bawang.

"Empat kali naik sama dengan kenaikan bawang merah. Bawang merah dan putih tidak pernah memberi dampak inflasi besar," pungkasnya.

Pada Maret 2013, bawang merah menjadi penyebab utama inflasi dengan andil sebesar 0,44%. Perubahan harga dibanding bulan sebelumnya adalah 82,2%.

Kemudian bawang putih di posisi selanjutnya dengan andil 0,2%. Dibanding Februari 2012, perubahan harga terjadi sebesar 41,3%.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads