Duta Besar Republik Indonesia untuk Myanmar Sebastianus Sumarsono menuturkan, hingga saat ini, setidaknya ada sekitar 12 investor asal Indonesia yang telah dan memulai ekspansi ke Myanmar.
"Dua belas perusahaan dan usahawan. mereka ada Japfa di pakan ternak dan produk olahan, Gold Petrol di minyak, di samping itu farmasi ada Kalbe Farma, Dexca Medica, garmen sudah masuk terus Indofood melakukan penjajakan membuka pabrik," tutur Sumarsono saat acara jamuan makam malam di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yangon, Myanmar, Senin Malam (1/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara seorang diplomat RI untuk Myanmar, Djumara Supriyadi menuturkan pemilik usaha Recapital, Sandiaga Uno juga telah menancapkan usahanya di Myanmar. Sadiaga masuk pada industri oil and gas.
"Sandiaga Uno masuk ke bisnis minyak dan Ram Punjabi mau bikin bioskop," paparnya.
Seperti diketahui, Menteri Perekonomian Hatta Rajasa, melakukan kujungan kerja dan membuka hubungan bisnis dengan Myanmar. Pertemuan dilakukan dari hari Selasa ke Rabu 2-3 Maret. Dalam kunjungannya, Hatta memboyong 15 BUMN untuk ekspansi ke Myanmar.
BUMN tersebut antara lain: PT Timah Tbk (TINS), PT Pertamina, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Antam Tbk (ANTM), PT Pupuk Indonesia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia, PT PLN, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Telkom Tbk (TLKM), Perum Bulog, PT Dirgantara Indonesia, PT INTI, PT Indofarma Tbk (INAF), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
(hen/ang)











































