Bawa Rombongan BUMN, Hatta Bertemu Presiden Myanmar di Ibukota Baru

Laporan dari Myanmar

Bawa Rombongan BUMN, Hatta Bertemu Presiden Myanmar di Ibukota Baru

- detikFinance
Selasa, 02 Apr 2013 15:02 WIB
Bawa Rombongan BUMN, Hatta Bertemu Presiden Myanmar di Ibukota Baru
Foto: Feby-detikFinance
Nay Pyi Taw - Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa siang ini pukul 11.00 waktu Myanmar bertemu dengan Presiden Myanmar Thein Sein di ibukota baru Myanmar yaitu Nay Pyi Taw. Hatta membawa rombongan direksi beberapa BUMN.

Ibukota baru Myanmar Nay Pyi Taw ini berjarak 1 jam penerbangan pesawat dari ibukota lama yaitu Yangon. Sejak 2007, perpindahan ibukota ini telah dilakukan.

Pada pertemuan yang dilakukan tertutup ini, Hatta didampingi Menteri Kehutanan Zulklifli Hasan, Direktur Utama PT Telkom Tbk Arief Zaini, Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso, Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Bintang Perbowo, dan beberapa direksi delegasi BUMN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum memulai pertemuan tertutup ini, Presiden Myanmar Thein Sein memberikan sambutan pembuka yang isinya mengungkapkan perasaan senang dengan kedatangan delegasi Indonesia. Kedatangan delegasi Indonesia merupakan wujud konkret untuk mempererat hubungan kedua negara yang telah terjalan sejak lama.

"Myanmar dan Indonesia punya hubungan baik, kita perlu jaga hubungan itu. Kita telah bekerja bareng di ASEAN sejak 64 tahun. Kita juga memiliki hubungan baik dengan Presiden SBY," tutur Thein Sein sebelum memulai pembicaraan tertutup di Istana Kepresidenan Nay Pyi Taw, Myanmar, Selasa (2/4/2013).

Dengan menggunakan pakaian tradisional Myanmar, presiden baru Myanmar ini dengan ramah menyambut kedatangan delegasi Indonesia di Istananya yang megah dan baru ini.

Setelah pertemuan ini, Hatta dijadwalkan bertemu secara khusus dengan Menteri Bappenas dan Menteri Perdagangan Myanmar. Setelah pertemuan ini, sorenya Hatta bertolak kembali ke Yangon dengan menempuh perjalanan 1 jam melalui pesawat udara dari Bandara Internasional Nay Pyi Taw ke Bandara Internasional Yangon.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads