Ibukota baru Myanmar Nay Pyi Taw ini berjarak 1 jam penerbangan pesawat dari ibukota lama yaitu Yangon. Sejak 2007, perpindahan ibukota ini telah dilakukan.
Pada pertemuan yang dilakukan tertutup ini, Hatta didampingi Menteri Kehutanan Zulklifli Hasan, Direktur Utama PT Telkom Tbk Arief Zaini, Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso, Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Bintang Perbowo, dan beberapa direksi delegasi BUMN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Myanmar dan Indonesia punya hubungan baik, kita perlu jaga hubungan itu. Kita telah bekerja bareng di ASEAN sejak 64 tahun. Kita juga memiliki hubungan baik dengan Presiden SBY," tutur Thein Sein sebelum memulai pembicaraan tertutup di Istana Kepresidenan Nay Pyi Taw, Myanmar, Selasa (2/4/2013).
Dengan menggunakan pakaian tradisional Myanmar, presiden baru Myanmar ini dengan ramah menyambut kedatangan delegasi Indonesia di Istananya yang megah dan baru ini.
Setelah pertemuan ini, Hatta dijadwalkan bertemu secara khusus dengan Menteri Bappenas dan Menteri Perdagangan Myanmar. Setelah pertemuan ini, sorenya Hatta bertolak kembali ke Yangon dengan menempuh perjalanan 1 jam melalui pesawat udara dari Bandara Internasional Nay Pyi Taw ke Bandara Internasional Yangon.
(/)










































