Ismed menyatakan dirinya memang dipanggil oleh Komisi VI DPR untuk melakukan rapat tersebut, dan kemudian diusir yang sepertinya dilakukan atas kesengajaan. Sebab, isu pemalakan BUMN oleh beberapa anggota DPR sempat muncul kala kunjungan kerja bersama DPR di Surabaya yang akhirnya tidak dihadiri Ismed.
"Artinya memang sudah ada rencana untuk pemanggilan saya untuk mengusir saya, saat kunjungan kerja di Surabaya. Tapi saya nggak datang karena oleh Kementerian ikut rapat," ungkapnya saat rapat di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/4/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada teman yang menyampaikan, ada direktur saya yang datang di situ juga diusir," cetusnya.
Sejak Ismed mengemukakan ke media soal pemalakan RNI oleh oknum DPR, RDP Komisi VI dengan RNI sudah berlangsung dua kali. Ia mengaku tidak ada masalah kala itu.
"Sudah ada dua kali RDP, ini kan RDP yang ketiga kali, tapi dua sebelumnya nggak ada masalah," jawabnya.
Akan tetapi, Ismed cukup menghargai keputusan DPR untuk tidak menerimanya di ruang rapat. Ia menegaskan, tidak ada kemarahan atas perlakuan tersebut.
"Secara pribadi saya banyak kenal, dan teman di dalam situ, dan saya menghormati mereka menghargai mereka dengan apa yang disampaikan," tuturnya.
(dnl/dnl)











































