Suryo Agung salah seorang petani Salak Pondoh berhasil memproduksi buah salak per bulannya mencapai 100 ton dan berhasil mengeskpor ke negeri China hingga 12 ton per bulan.
"Ekspor ke China saat perayaan hari raya Imlek bisa mencapai 8-12 ton. Dalam satu minggu biasa kita melakukan ekspor 2-3 kali, hari-hari biasa 3-5 ton. Kapasitas produksi per bulan 100 ton," ungkap Agung yang juga menjadi salah seorang direktur perusahaan agrobisnis khusus Salak Pondoh saat ditemui detikFinance di Carrefour Lebak Bulus, Rabu (3/04/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berusaha untuk memasarkan dan menjadi supplier sejak tahun 2006 dan terhenti di tahun 2011 karena bencana Merapi. Hampir 2 tahun setelah tahun 2013 ini kita mulai menyuplai kembali dan me-manage serta kontrol kualitas," tuturnya.
Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertania Jamil Musanif segera akan mendaftarkan salak pondoh sebagai satu identitas asli Yogyakarta di mata Internasional.
"Salak Pondoh kita akan hak paten atas nama Salak Pondoh dengan menggunakan skala internasional. Kemarin saya pulang Bangkok dan berdiskusi dengan masyarakat EU untuk segera mendaftarkan produk ini ke Geographical Indication di Eropa dan mereka terbuka," cetusnya.
Sementara itu Head Public Affairs PT Trans Retail Indonesia Satria Hamid mengungkapkan ada permintaan khusus dari Carrefour di negeri China untuk bisa dipasok buah Salak Pondoh asal Yogyakarta.
"Ada permintaan Salak Pondoh dan Apel Malang untuk Carrefour di China sana. Kita akan lihat dan akan kita harapkan di tahun 2013 ini bisa," jelasnya.
(wij/hen)











































