Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso mengatakan, pihaknya siap mengemban tugas menstabilkan dan memasok pangan strategis selain beras. Bulog telah berbicara dengan Menteri Perdagangan dan Menteri Pertanian agar diberikan kewenangan tambahan, sebagai stabilator harga pangan strategis lainnya.
"Kami mengharapkan pemerintah memberikan izin atau penugasan. Bulog ini siap melakukan stabilisasi bukan hanya kepada beras. Kami siap, apakah itu gula, daging, atau bawang merah sekalipun," tutur Sutarto kepada detikFinance di Yangon, Myanmar, Kamis (4/4/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peraturan pemerintahnya kan membatasi pada dasarnya. karena semua tahu itu dianggap oleh IMF. Tentunya IMF kan ingin menganut pasar bebas tapi kita tahu untuk komiditas strategis itu, tidak mungkin untuk bebas. Itu akan berbahaya," tambahnya.
Untuk mendukung keinginan dan usulan kepada pemerintah tersebut, Bulog di tahun ini telah menyiapkan anggaran khusus hingga Rp 100 miliar guna membangun infrastruktur pergudangan.
"Kita kan akan investasi hampir Rp 100 miliar untuk gudang saja jadi kita mampu investasi. Kita mendekati Rp 300 miliar (belanja modal keseluruhan di 2013). Itu untuk bangun gudang, Bulog mart, investasi untuk pengolahan gabah dan beras," paparnya.
(hen/dnl)










































