Tertinggi Sepanjang 21 Tahun
Harga Minyak Dekati US$ 53/Barel
Jumat, 08 Okt 2004 10:47 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia terus merangkak naik mendekati US$ 53 per barel akibat kekhawatiran sedikitnya suplai dan mulai datangnya musim dingin. Harga itu merupakan harga tertinggi sepanjang sejarah 21 tahun terakhir. Di New York, kontrak harga minyak jenis Light Sweet yang akan dikirimkan pada November sempat ditawarkan diharga US$ 53 per barel yang kemudian ditutup dengan harga US$ 52,67 per barel atau naik 65 sen dolar dari penutupan perdagangan sebelumnya. Demikian dikutip dari situs AFP, Jumat (8/10/2004).Sedangkan untuk minyak jenis Brenth North Sea juga mencatat rekor baru dengan harga yang mendekati US$ 49 per barel. Dalam perdagangan minyak jenis ini ditawarkan pada harga US$ 49,20 per barel yang kemudian ditutup pada harga US$ 48,90 per barel atau naik 91 sen dolar dibandingkan transaksi sebelumnya."Ada sedikit kepanikan di pasar," kata analis dari Alaron Trading Market Phil Flynn menanggapi semakin melambungnya harga minyak di pasar New York.Menurut Alaron kepanikan itu muncul sebagai bentuk kombinasi munculnya potensi gangguan di ladang minyak Nigeria akibat ancaman pemogokan. Demikian juga kemungkinan menurunnya produksi minyak Gulf di Meksiko. "Ini kejadian terburuk sejak tahun 1950," tambahnya.Seperti diketahui, produksi minyak di Gulf Meksiko kemungkinan akan mengalami penurunan hingga 27 persen akibat ancaman topan. Padahal ladang minyak Gulf setiap harinya dalam posisi normal bisa mensuplai 1,7 juta barel per hari.
(san/)











































