Harga Minyak Dunia Terus Naik, Subsidi BBM Membengkak

Harga Minyak Dunia Terus Naik, Subsidi BBM Membengkak

- detikFinance
Jumat, 08 Okt 2004 16:43 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia di atas rata-rata asumsi APBN, diharapkan tidak terus terjadi hingga akhir 2004. Pasalnya, hal itu dapat menyebabkan pembengkakan nilai subsidi BBM yang saat ini mencapai Rp 63 triliun.Demikian diungkapkan Dirjen Lembaga Keuangan Departemen Keuangan (Depkeu) Darmin Nasution kepada wartawan di kantornya, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/10/2004)."Pokoknya bulan-bulan terakhir ini mestinya harga rata-ratanya sekitar US $ 36 per barel. Kalau di atas itu rata-ratanya, maka kebutuhan subsidi BBM bisa naik," kata Darmin.Meski demikian, sambung Darmin, kemampuan pemerintah untuk membayar subsidi BBM itu diperkirakan tidak akan mengalami banyak masalah. Sebab di sisi lain, pemerintah juga mengalami kenaikan pendapatan akibat naiknya harga minyak mentah dunia tersebut."Kalau untuk membayar subsidi BBM pemerintah bisa. Karena penerimaan kita juga naik. Tapi memang ada tekornya sedikit," ungkap Darmin.Seperti diketahui, harga rata-rata minyak mentah dunia dalam asumsi APBN 2004 sebesar US $ 36. Sedangkan untuk subsidi BBM, nilainya saat ini telah mencapai Rp 63 triliun.Penjualan Saham Minoritas PemerintahDalam kesempatan yang sama, Darmin juga mengatakan, jika hasil divestasi 51 saham Bank Permata yang diperkirakan meraup Rp 2,77 triliun belum mencukupi pembiayaan APBN, pemeritah cenderung memilih menjual sisa saham minoritas di sejumlah bank."Pemerintah sebelumnya memiliki opsi lain, yakni dari penjualan 20 persen Bank Permata. Tapi arahnya kalau memang perlu benar, ya kita jual yang minoritas," kata Darmin.Pemerintah sekarang ini masih memiliki sisa saham di sejumlah bank. Seperti BCA, Bank Naiaga, BII dan Bank Danamon. (djo/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads