Heboh Flu Burung di China, Pemerintah Waspada

Heboh Flu Burung di China, Pemerintah Waspada

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 08 Apr 2013 14:50 WIB
Heboh Flu Burung di China, Pemerintah Waspada
ilustrasi
Jakarta - China kembali dihebohkan dengan temuan kasus varian flu burung baru. Virus yang mempunyai nama H7N9 ini mangakibatkan pasar unggas hidup di Shanghai, China ditutup beberapa hari ini.

Otoritas pemerintahan China telah menghentikan perdagangan unggas, untuk menghindari penyebaran virus flu burung jenis baru H7N9, yang telah menewaskan 6 orang di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengklaim sampai saat belum ada dampak yang masuk ke Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai dengan saat ini belum ada dampak. Kita mendapatkan informasi dari WHO (World Health Organization) ini belum sampai ke Indonesia tetapi kita harus waspada dan kita terus perhatikan perkembangannya," ungkap Bayu saat ditemui di Hotel JS Luwansa Jakarta, Senin (8/04/2013).

Ia pun mengakui bahwa beberapa produk unggas di dalam negeri seperti bulu angsa dan daging unggas masih rajin diimpor dari China. "Ini sedang kita telusuri seperti bulu angsa dan daging juga lainnya yang mana dan berapa besar dan bagaimana itu nanti," imbuh Mantan Komnas Flu Burung tahun 2006 hingga 2010 ini.

Saat ini pihaknya akan melakukan konsolidasi dengan badan zoolosis (penyakit hewan) guna menyikapi dan menyelidiki beberapa produk unggas yang didatangkan dari China. "Kita akan mencermati seperti soal importasi bulu angsa. Tetapi bukan hanya itu saja, komite Zoolosis juga akan dilibatkan untuk bisa mengelola ini," katanya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads