Muncul di DPR, Dahlan Iskan Dihujani Kritik

Muncul di DPR, Dahlan Iskan Dihujani Kritik

- detikFinance
Senin, 08 Apr 2013 16:46 WIB
Muncul di DPR, Dahlan Iskan Dihujani Kritik
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR hari ini. Raker yang dibuka dan dipimpin oleh Airlangga Hertarto ini berlangsung cukup tegang.

Saat sesi mendengarkan pertanyaan anggota DPR, Dahlan langsung dihujani pertanyaan dan kritik tajam. Dimulai oleh anggota Komisi VI dari fraksi PAN, Refrizal mengajukan interupsi.

Ia mengaku terkejut ketika mendengar di media bahwa Dahlan merupakan pemilik perusahaan BUMN bukan sebagai menteri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya baca di koran, media online. Saya 8 tahun lebih di DPR. Bapak sajalah yang bilang seperti itu. Pernyataan bapak, saya punya banyak BUMN. Milik bapak atau negara. Saya mendengar pernyataan seperti itu," tutur Refrizal di ruang Komisi VI DPR Senayan, Jakarta, Senin (8/4/2012).

Kritik tajam juga diluncurkan oleh anggota dari Fraksi Golkar, Chairuman Harahap. Ia mengkritik ketidakhadiran Dahlan dalam undangan di Komisi VII dan IX.

"Kenapa di komisi VII selalu enggak hadir. Kedua, merger Surveyor Indonesia dan Sucofindo, ini perusahaan yang sebetulnya bisa beri dividen besar," tambahnya.

Dari Fraksi Partai Demokrat, Ida Ria menilai kinerja BUMN belum memuaskan. Salah satunya ia mengkritik dengan penjualan atau pengelolaan aset perusahaan pelat merah dan kebijakan Dahlan terhadap BUMN sakit seperti PT Merpati Nusantara Airlines (MNA).

"Merpati itu bisa digabung dengan Garuda. Saya enggak setuju Merpati dimatikan," tambahnya.

Serupa dengan rekannya dari Fraksi Partai Demokrat, Anggota Fraksi PAN, Nasril Bahar, mengkritik kurang tegasnya Dahlan dalam mengambil sikap untuk menuntaskan BUMN sakit seperti Merpati. Ia juga mengeluhkan kemampuan para Deputi Kementerian BUMN yang kurang memahami isu holding.

"Mau dimatikan, mau dihidupkan ayo dihidupkan. Politik pembiaran yang dilakukan kementerian sudah capek. Ini yang kami dambakan, sikap menteri yang tegas," tegasnya.

Rapat kerja kali ini berbagai keputusan antara lain: membahas persetujuan Penyertaan Modal Negara (PMN), rencana merger, pailit Telkomsel, masalah outsourcing, lahan mangkrak dan masalah di PT Garam.

Raker ini dihadiri oleh puluhan anggota Komisi VI. Dari Kementerian BUMN, hadir Menteri BUMN, Wakil Menteri BUMN Mahmudin Yasin dan seluruh deputi Kementerian BUMN.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads