"Jadi dari 2012 sampai Januari 2013 pertumbuhan ekonomi itu proyeksinya terus turun. Kalau sekarang masih dibawah 4% itu artinya masih dibawah krisis. Jadi bapak ibu masih ingat dunia dalam krisis," ungkap Agus dalam dialog acara Munas Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Selasa (9/4/2013)
Ia menuturkan, perlahan krisis tersebut akan terus mendekat ke Indonesia dimana sudah terlihat ada pergeseran pada asumsi makro yang ditetapkan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada tiga hal menurutnya, yang saat ini menjadi fokus pemerintah. Pertama, terkait fiskal yang mesti terus dijaga secara kuat. Dua pilar pendukung tampak dari rasio utang sebesar 24% dan defisit yang selalu dibawah 2%.
"Selama ini fiskal kita kuat, walaupun, kondisi kita sekarang mungkin pertumbuhan ekonomi kita gak bsa capai. Nilai tukar Rp 9.700/US$, lifting minyak 840 ribu bph," jelasnya.
Kemudian terkait neraca perdagangan yang tercatat defisit. Agus menekankan kondisi ini karena subsidi energi yang terlalu besar. "Subsidi energi ini perlu penyikapan, setidaknya tidak ada UU yang membatasi kita untuk menyesuaikan harga," sambutnya.
Terakhir adalah inflasi yang dalam beberapa bulan ini mengalami peningkatan cukup tajam.
"Tapi coba lihat ternyata untuk core inflasi ini menurun, artinya secara umum pengendalian inflasi baik, tapi karena hal-hal lain seperti pangan yang bawang, cabe," pungkasnya.
(/)











































