Hatta: Indonesia Harus Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

Laporan dari Brunei

Hatta: Indonesia Harus Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015

- detikFinance
Rabu, 10 Apr 2013 15:01 WIB
Hatta: Indonesia Harus Siap Hadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015
Brunei Darussalam - Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menghadiri pertemuan ASEAN Economic Community Council (AECC) ke-9 di Brunei Darussalam. Dalam pertemuan itu, Hatta menegaskan Indonesia harus siap menghadapi komunitas masyarakat ekonomi ASEAN di 2015.

Pertemuan AECC dihadiri oleh 10 perwakilan kementerian negara se-ASEAN. Pertemuan itu digelar untuk membahas persiapan negara-negara ASEAN dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) di 2015 dan persiapan KTT ASEAN ke-22 yang akan dilaksanakan pada 24-25 April 2013.

"Hari ini akan kita sampaikan, seberapa jauh kemajuan dan kesiapan kita dalam menghadapi (Masyarakat Ekonomi ASEAN) di 2015. Tentu belum sampai pada negosiasi, tapi dari segi kepentingan nasional harus kita lihat apa saja yang harus kita bicarakan dan seperti apa tahapannya," kata Hatta Rajasa sebelum pertemuan AECC di International Convention Center, Brunei Darussalam, Rabu (10/4/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Indonesia dengan laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi bagaimanapun harus siap menghadapi komunitas ekonomi ASEAN dan mengambil manfaat sebesar-besarnya untuk kemajuan bangsa.

"Tentu kita harus siap, nggak ada kata-kata nggak siap. Indonesia harus siap sebagai negara terbesar di ASEAN dengan GDP (Produk Domestik Bruto) hampir US$ 1 Triliun, maka kita harus mengambil benefit besar untuk kepentingan nasional dan ASEAN," ungkapnya.

Hatta menuturkan, Dewan Komuntas Ekonomi ASEAN mencatat kemajuan implementasi ASEAN Economic Community dimana lebih dari 77,54 persen dari AEC blueprint telah dilaksanakan. Sejak penerapan blueprint November 2007 lalu, pendapatan per kapita di wilayah ini naik dari US$ 2.289 menjadi US$ 3.759.

"Nah, implementasi blueprint ini harus kita jalankan. Meski masih ada beberapa isu penghambat seperti masalah koordinasi, kepentingan nasional dan kesiapan, tapi pemerintah telah menanggulangi dengan menerbitkan Inpres 5/2008 dan 11/2011," ucap Hatta.

"Secara keseluruhan AECC ini memang harus disosialisasikan kepada stake holder Indonesia dan harus ada people to people context kalau kita mau menjadi masyarakat ASEAN, ya betul-betul ada spirit yang timbul," imbuhnya.

Hatta menuturkan, kalau ingin menjadikan Indonesia sebagai wilayah yang berdaya saing di ASEAN, maka kuncinya adalah konektivitas. Bagaimana Indonesia yang menjadi border ASEAN bisa mendapat akses mudah ke negara terdekat.

"Bagaimana membangun connectivity dari Riau ke Malaysia, kemudian jalan. Memang kita rasakan agak lambat, problem utamanya adalah pendanaan," kata Hatta.

"Oleh sebab itu penekanan dari pertemuan kali ini adalah how to finance yang dapat dikomersialkan dari seluruh project. Jadi jangan terlalu menggantungkan pada dana-dana APBN masing-masing negara, tapi bagaimana secara komersial bisa dibiayai melalui ADB atau bank-bank yang bisa mendorong ini," lanjutnya.

(/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads