Kerjasama ini, akan mendukung proses pendataan dan perencanaan kepesertaan masyarakat Indonesia menuju transformasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan dan tenagakerjaan di 2014.
Dirut Askes Fachmi Idris menunturkan, dengan kerjasama ini data yang diperoleh sesuai dengan jumlah riil mayarakat atau tidak ada data ganda kependudukan. Hal ini tentunya, efektif mendukung penyelenggaraan program jaminan kesehatan bagi seluruh penduduk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Dirut Jamsostek Elvyn G. Masassya menjelaskan, dengan kerjasama ini, Jamsostek bisa memanfaatkan data kependukan terkini dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Penatatan Sipil Kemendagri. Hal ini bisa mendukung rencana Jamsostek untuk memberikan jaminan sosial dan keselematan ketenagakerjaan bagi pekerja formal dan formal hingga 110 juta pekerja.
"Terkait program Jamsostek, sekarang ada 30,4 juta peserta Jamsostek. Ada peserta aktif dan non aktif. Kami ingin capture 110 juta pekerja formal dan non formal. Itu bisa dilakukan dengan validitas data yang dikelola Dirjen kependudukan dan catatan sipil," kata Elvyn.
Hadir pula dalam kerjasama ini, Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri H Irman.
(hen/hen)










































