Budaya mengadu dari konsumen Indonesia masih rendah, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, budaya mengadu di Indonesia sangat jauh di bawah negara-negara lain.
"Budaya mengadu kita itu masih rendah. Di Indonesia masih 620 kasus yang masuk ke YLKI," kata Ketua Harian YLKI Sudaryatmo saat ditemui di acara Seminar Peningkatan Perlindungan Konsumen Penerbangan, di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Selasa (16/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di Hong Kong itu 31.000 aduan/tahun. Di India itu ada hotline setahun 70.000. Di Amerika bisa lebih luar biasa lagi 1,2 juta," jelasnya.
Ia menuturkan rendahnya tingkat aduan masyarakat untuk menyuarakan keluhannya karena beberapa faktor. Diyakini masih banyak konsumen yang terkesan tutup mulut jika memiliki keluhan. Terlebih, ada sedikit rasa trauma masyarakat dari kasus "pengaduan Prita" yang berujung pada kasus hukum. Kasus Prita Mulyasari dengan Rumah Sakit Omni Internasional di Tangerang, berawal gara-gara e-mail keluhan Prita yang dianggap mencemarkan nama baik rumah sakit.
"Ada kasus Prita itu masyarakat jadi enggan mengadu. Surat pembaca pun jadi menurun," jelasnya.
Sejatinya, masyarakat memiliki keberanian untuk menyampaikan keluhan dan aduan saat mereka mengalami ketidakpuasan pelayanan baik ke YLKI ataupun ke lembaga-lembaga pengaduan konsumen lainnya.
(hen/hen)










































