Gara-gara Kasus Prita, Konsumen Indonesia Jadi Takut Komplain

Gara-gara Kasus Prita, Konsumen Indonesia Jadi Takut Komplain

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 16 Apr 2013 14:24 WIB
Gara-gara Kasus Prita, Konsumen Indonesia Jadi Takut Komplain
Jakarta - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengakui sikap konsumen di Indonesia masih belum berani untuk mengadukan jika merasa dirugikan atau tidak puas terhadap suatu layanan. Hal ini ditandai dengan angka kasus pengaduan di Indonesia yang masih rendah.

Budaya mengadu dari konsumen Indonesia masih rendah, jika dibandingkan dengan negara-negara lain, budaya mengadu di Indonesia sangat jauh di bawah negara-negara lain.

"Budaya mengadu kita itu masih rendah. Di Indonesia masih 620 kasus yang masuk ke YLKI," kata Ketua Harian YLKI Sudaryatmo saat ditemui di acara Seminar Peningkatan Perlindungan Konsumen Penerbangan, di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Selasa (16/4/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudaryatmo mencoba membandingkan dengan Malaysia atau Singapura yang sudah mencapai 25.000 keluhan per tahun. Padahal jumlah penduduk kedua negara tersebut jauh di bawah Indonesia.

"Di Hong Kong itu 31.000 aduan/tahun. Di India itu ada hotline setahun 70.000. Di Amerika bisa lebih luar biasa lagi 1,2 juta," jelasnya.

Ia menuturkan rendahnya tingkat aduan masyarakat untuk menyuarakan keluhannya karena beberapa faktor. Diyakini masih banyak konsumen yang terkesan tutup mulut jika memiliki keluhan. Terlebih, ada sedikit rasa trauma masyarakat dari kasus "pengaduan Prita" yang berujung pada kasus hukum. Kasus Prita Mulyasari dengan Rumah Sakit Omni Internasional di Tangerang, berawal gara-gara e-mail keluhan Prita yang dianggap mencemarkan nama baik rumah sakit.

"Ada kasus Prita itu masyarakat jadi enggan mengadu. Surat pembaca pun jadi menurun," jelasnya.

Sejatinya, masyarakat memiliki keberanian untuk menyampaikan keluhan dan aduan saat mereka mengalami ketidakpuasan pelayanan baik ke YLKI ataupun ke lembaga-lembaga pengaduan konsumen lainnya.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads