Dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda, FS harus disiapkan paling lama dua tahun semenjak Perpres terbit.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan studi akan diusahakan pada semester II tahun ini. "Tahun ini, kita usahakan Semester II," kata Hatta di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia masih optimistis proyek infrastruktur tersebut mulai groundbreaking pada tahun 2014. Meski belum diketahui swasta atau BUMN yang akan ikut dalam pembiayaan studi tersebut. "Tekad kita kan memang seperti itu," pungkasnya.
Jembatan Selat Sunda ditargetkan mulai groundbreaking tahun 2014. Proyek jembatan sepanjang 29 Km itu rencananya akan menelan dana sedikitnya Rp 100 triliun.
Sebelumnya Menteri Keuangan Agus Martowardojo sempat mengusulkan revisi Perpres No 86 Tahun 2011 tentang Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS).
Dalam perkembanganya usulan itu menuai perdebatan karena bakal mengancam kiprah pemrakarsa (pemda Lampung-Banten dan Artha Graha) untuk menyiapkan proyek JSS termasuk studi kelayakan dan basic design.
Masalah ini dibahas di kantor menko, yang kemudian dibentuk tim 7 sebagai tim inti yang membahas perbaikan maupun rekomendasi terkait persiapan pembangunan JSS. Sejak Juli lalu sejatinya masalah ini sudah ada keputusan namun hingga kini sudah hampir satu tahun belum ada hasil.
(hen/hen)











































