3 Tahun Lagi, Tanah Abang-Merak Tersambung Jalur Ganda Kereta Api

3 Tahun Lagi, Tanah Abang-Merak Tersambung Jalur Ganda Kereta Api

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 17 Apr 2013 14:29 WIB
3 Tahun Lagi, Tanah Abang-Merak Tersambung Jalur Ganda Kereta Api
Tangerang - Pemerintah akan terus mengembangkan jalur ganda (double track) kereta api. Setelah menghubungkan Tanah Abang-Maja, Banten dengan jalur ganda mulai 2014 nanti, jalur inipun akan diteruskan hingga ke Pelabuhan Merak.

Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menyebutkan, dalam 3 tahun ke depan pemerintah akan memperpanjang jalur ganda kereta jalur ini hingga ke Rangkas Bitung, lalu ke Pelabuhan Merak.

"Hingga Merak selama tiga tahun ke depan untuk fasilitasi pergerakan commuter Jabodetabek," kata Bambang saat ditemui usai meresmikan jalur ganda Serpong-Parung Panjang di Stasiun Cisauk, Tangerang, Banten, Rabu (17/4/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, pengerjaan ini akan dilakukan secara bertahap oleh Ditjen Perkeretaapian. Yang mana tahap pertama adalah dengan memperpanjang jaringan dari Maja hingga Rangkas Bitung, dilanjutkan Rangkas Bitung ke Merak.

"Kita ingin agar sebanyak mungkin rangkaian beban truk itu dipindahkan ke kereta api, agar jalan tidak cepat rusak. Berapa BBM yang bisa kita hemat, berapa polusi yang ditekan, dan berapa persen tingkat risiko kecelakaan yang bisa dihilangkan," papar Bambang.

Sementara itu, secara terpisah, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan, total dana yang dibutuhkan untuk membangun jalur ganda Maja-Rangkasbitung sepanjang 17 km diperkirakan mencapai Rp 765 miliar.

"Dan direncanakan pada tahun 2015 sudah selesai dan dapat dioperasikan," katanya.

Sementara itu, lanjutnya, untuk pembangunan jalur ganda Rangkasbitung-Merak diperkirakan akan membutuhkan anggaran senilai kurang lebih Rp 1 triliun.

"Dalam jangka menengah direncanakan akan dilaksanakan pembangunan jalur ganda KA antara Rangkasbitung-Merak sepanjang 69 km dengan kebutuhan anggaran diperkirakan Rp 1 triliun," tutupnya.

(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads