Ternyata melambatnya pertumbuhan ekonomi China di kuartal I-2013 ini menjadi faktor utama turunnya harga dua komoditas penting tersebut.
Para investor di seluruh dunia sangat khawatir dengan kondisi yang terjadi di China, selaku negara dengan ekonomi nomor dua terbesar di dunia. Pada kuartal I-2013, ekonomi China melambat menjadi 7,7%, di bawah harapan pasar 8%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu semua membuat investor melakukan aksi jual yang membuat shock semua orang. Emas menjadi investasi menarik dalam 12 tahun terakhir. Namun sangat alami apabila orang lebih memilih memegang tunai dan menjual emasnya," ujar seorang analis IG Markets Singapura Kelly Teoh dikutip dari AFP, Sabtu (20/4/2013).
Pendapatan berbeda diungkapkan analis dari Capital Economics Julian Jessop yang mengatakan, penurunan harga emas dipicu oleh ulah pada spekulan.
Pada Jumat kemarin di pasar London, harga emas berakhir di level ke US$ 1.405,5 per ounce, turun dari US$ 1.535,5 pada Jumat pekan sebelumnya.
Sementara harga minyak jenis Brent di London turun di bawah US$ 100 per barel untuk pertama kalinya dalam 9 bulan pekan ini, karena perlambatan ekonomi di China. Harga kontrak berjangka minyak turun ke US$ 96,75 per barel, atau yang terendah sejak Juli 2012.
Penurunan harga minyak juga dipicu kekhawatiran melambatnya permintaan setelah International Energy Agency (IEA) dan Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) menurunkan prediksi soal permintaan minyak dunia.
(dnl/dnl)











































