"JSS itu sudah jelas, jalan terus, pasti diteruskan," kata Djokir kepada detikFinance di Bandara Minang Kabau, Sumatera Barat, Rabu (24/4/2013).
Dia mengungkapkan, dirinya telah menyurati Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengusulkan proyek ini agar dibangun dengan keikutsertaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tak hanya mengandalkan swasta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi Perpres 86 masih berjalan. Cuman pemilik perusahaan yang pemrakarsa itu, yang dulu hanya pemda Lampung, Pemda Banten, dan swasta, yang swasta ini sebagian besar diambil oleh BUMN. Itu yang saya usulkan ke Pak Hatta," imbuhnya.
Dikatakan Djokir, isyarat bahwa pembangunan mega proyek yang akan menelan investasi hingga ratusan triliun ini pun sudah banyak digaungkan pemerintah. Sehingga, tak lama lagi, studi kelaikan proyek ini dapat segera dilakukan, dan proses konstruksi proyek dapat dilancarkan sesuai target di tahun 2014.
"Kalau kemana-mana dia ngomong jalan terus berarti setuju dia (usulan saya). Pak presiden juga sudah bertemu masyarakat sana itu, di-declare di sana. Berarti kan iya," katanya.
Dia pun mengaku, dengan berpindahnya posisi Menteri Keuangan Agus Martowardjojo sebagai Gubernur BI sekarang dan digantikan sementara oleh Menko Perekonomian, Hatta Rajasa, tak menjadikan bahasan proyek ini berubah.
"Nggak ada perubahan, sejak Pak Agus masih ada di situ, usulan saya itu. Mudah-mudahan nggak ada," tutupnya.
(zlf/ang)










































