YLKI: PLN Harus Bangun Tradisi Mendengarkan Masyarakat

YLKI: PLN Harus Bangun Tradisi Mendengarkan Masyarakat

- detikFinance
Selasa, 12 Okt 2004 16:45 WIB
Jakarta - Pelayanan PLN terhadap pelanggannya dinilai masih belum maksimal. PLN diminta untuk lebih mendengarkan keluhan masyarakat.Demikian disampaikan Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi kepada wartawan di sela-sela Forum Dialog Listrik Nasional, di Hotel Acacia, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (12/10/2004)."Harus dibangun ruang komunikasi antara masyarakat sebagai konsumen dengan PLN. Kami ingin ada saluran untuk menuntut ganti rugi dan menciptakan tradisi mendengar bagi PLN," kata tulus.Tulus mengungkapkan, data yang diambil dari delapan kota, antara lain Jakarta, Semarang, Medan dan Kupang, menyebutkan setidaknya ada 1.348 pengaduan. Data itu diambil selama bulan pengaduan yang diadakan pada Juli-September 2004."Dari jumlah tersebut, muncul 5 jenis pengaduan yang paling dikeluhkan. Kelimanya adalah pemadaman tanpa pemberitahuan, tegangan turun naik sehingga alat-alat elektronik rusak, kondisi tiang listrik, dan tidak ada jaringan tiang listrik untuk sambungan baru," tutur Tulus.Menurut Tulus, terkait hal ini YLKI akan terus menggalakan Forum Dialog Listrik Nasional. Lewat forum ini, diharapkan komunikasi masyarakat dan PLN berjalan lancar. (djo/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads