Pertamina Hargai LPG Rp 36.000/Tabung
Selasa, 12 Okt 2004 17:17 WIB
Jakarta - Mulai saat ini, konsumen LPG dapat membeli tabung maupun LPG dengan harga sesuai yang ditetapkan Pertamina. Untuk tabung LPG 12 kg (kosong) dijual dengan harga Rp 177.000 dan untuk LPG saja dijual sesuai harga retail Pertamina Rp 36.000 (atau Rp 3.000/kg).Upaya ini merupakan bagian dari intervensi Pertamina yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menciptakan alternatif lain untukmemperoleh LPG secara mudah, murah, aman dengan jaminan ketepatan isi. Intervensi retail ini dilakukan melalui kerjasama pemasaran LPG Pertamina(Persero) dengan Indomaret. Demikian diungkapkan juru bicara PT Pertamina Mochamad Harun dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, (12/10/2004). Melalui kerja sama ini, konsumen bisa membeli dengan harga jauh lebih murah dibanding harga pasaran tabung yang mencapai Rp 250.000 dan harga LPG di beberapa pengecer yang bisa mencapai Rp 41.000/tabung.Intevensi tersebut diharapkan juga dapat meningkatkan pelayanan retail LPG (Liquified Petroleum Gas) dengan jaminan ketepatan kualitas isi dan penyeragaman harga jual retail sesuai harga Pertamina. Kerjasama tersebut dimulai hari ini dan diawali dengan pemasaran Elpiji Pertamina di gerai di Indomaret Jl. Kepu Selatan Kemayoran Jakarta Pusat oleh GM Gas Domestik Ahmad Faisal dan Direktur Operasional PT Indomarco Prismatama L Tirta Widjaya.Untuk tahap awal Elpiji Pertamina akan dijual di 194 toko Indomaret di wilayah Jakarta. Kerjasama ini juga diharapkan dapat memacu para agen dan pengecer Elpiji Pertamina untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya dari sisi harga jual dan ketepatan isi."Hal ini perlu ditekankan karena pada prinsipnya para agen dan pengecer telah menikmati margin yang wajar meskipun Pertamina menderita kerugian yang cukup besar dari bisnis LPG akibat tingginya harga minyak dunia," katanya.Dengan harga minyak yang merupakan bahan baku utama LPG diatas US$ 50/barrel, lanjut Harun, akan semakin menambah berat beban Elpiji Pertamina dan bisnis ini menjadi semakin tidak menarik untuk investor lain. Bisnis LPG di Indonesia sudah sejak 4 tahun lalu di liberalisasi, tetapi karena rendahnya struktur harga di dalam negeri, bisnis ini tidak mampu menghadirkanpemain baru diluar Pertamina. Untuk harga minyak mentah US$ 36/barrel, biaya pokok LPG Pertamina sebesar US$ 312/Metrik ton, atau jauh lebih rendah dibandingkan Cost Price (CP) Aramco yang menjadi patokan harga pasar dunia US$ 383/barrel. Harga ini akan terus merangkak naik seiring peningkatan harga minyak dunia yang diprediksikan akan terus terjadi hingga akhir 2004. Perubahan harga pokok yangsangat tinggi itulah yang mengakibatkan bisnis ini memerlukan penyesuaian strategi bisnis meskipun potensi pertumbuhan dan pangsa pasarnya cukup terbuka.Telah menjadi komitmen Pertamina untuk melayani konsumen lebih baik meskipun struktur harga masih merupakan kendala terbesar dalam pemuasan layanan konsumen. Beberapa tahapan peningkatan pelayanan yang telah dilakukan berupa jaminan ketepatan isi, kelengkapan tabung, pemasangan plastik wrap dan tampilan yang lebih baik serta penambahan petugas pengawas di lapangan.Konsumsi LPG di Indonesia terus mengalami peningkatan dari 83 ribu Metrikton per bulan pada 2003 menjadi 100 ribu Metrik ton pada 2004. Meskipun mengalami kenaikan, angka konsumsi per kapita penduduk masih jauh lebih rendah dibanding negara tetangga. Malaysia mengkonsumsi LPG 5% dari jumlah penduduk, Thailand yang kondisi ekonominya relatif sama dengan Indonesia saat ini telah mengkonsumsi 2% dari jumlah penduduk.Konsumsi LPG di Indonesia saat ini baru sekitar 0,5% dari jumlah penduduk. Penggunaan LPG terbesar masih di dominasi oleh sektor rumah tangga 69%, sektor komersial, hotel dan restauran 13%, dan industri 18%. Apabila iklim bisnis LPG cukup kondusif dengan struktur harga yang memadai, potensi pemakaian LPG dapat ditingkatkan hingga 3 juta Metrik ton per tahun.
(mi/)











































