Wamendag Bantah Harga Daging Mahal karena Ditimbun Importir

Wamendag Bantah Harga Daging Mahal karena Ditimbun Importir

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jumat, 26 Apr 2013 15:38 WIB
Wamendag Bantah Harga Daging Mahal karena Ditimbun Importir
Jakarta - Harga daging sapi di dalam negeri masih stabil tinggi berkisar Rp 90.000-95.000/kg. Hal ini menimbulkan dugaan adanya permainan importir yang sengaja menahan stok mereka.

Tudingan ini langsung dibantah oleh Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi. Menurut Bayu ada beberapa alasan bahwa tuduhan tersebut tidak masuk akal.

"Yang pertama yang jelas saya kira insentif yang akan terjadi utamanya insentif harga. Jadi kalau dia (importir) tunda lebih lama tentu, ini kan daging barang akan rusak. Jadi bukan barang dibiarin diam saja makin lama disimpan makin rusak," tutur Bayu saat berdiskusi dengan media di Kantor Kementerian Perdagangan Jakarta, Jumat (26/04/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktor lainnya dikatakan Bayu adalah biaya penyimpanan yang terus berjalan sehingga akan menambah cost bagi para importir. "Belum lagi ada orang punya duit dibelikan barang, nggak segera dijual itu argonya terus jalan dan bunganya jalan. Belum lagi kalau daging harus pakai pendingin biaya simpan pendingin itu berapa. Dengan situasi semacam itu kok rasanya agak riskan pelaku usaha melakukan penyimpanan demikian. Apalagi kebijakan kita memastikan harga tidak melonjak," paparnya.

Namun untuk memastikan ada atau tidak praktik semacam ini, pihaknya aka terus mengontrol pergerakan para importir daging.

"Ini bukan sebuah keputusan bisnis yang baik, kalau ada yang melakukan langkah semacam itu. Kita melakukannya dengan sistemik mulai dari impor, dari waktu dia masuk, awasi, kita liat pergerakan harga dan seterusnya. Dan pada importasi berikutnya dan seterusnya. Kita liat dari situ mekanismenya. Monitoringnya begitu," tutupnya.

Sementara itu, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Bachrul Chairi mengungkapkan hingga awal Maret 2013 realisasi impor daging sudah mencapai 20.000 ton. Sebagai catatan alokasi kuota impor daging sapi dan sapi hidup bakalan mencapai 80.000 ton (setara daging) "Bulan Maret 2013 sudah 20.000 lebih," katanya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads