Apalagi terkait dengan barang-barang sembako. Sebut saja seperti bawang putih, bawang merah, kentang, teh hingga beras impor bukan lagi menjadi berang langka jika ditemukan di Indonesia.
Padahal seperti bawang merah. Rasanya sulit mencari alasan kenapa jenis ini masih diimpor. Sebab dimungkinkan untuk produksi massal di tanah air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
5. Kentang
|
|
Kemudian Australia juga mengekspor kentang ke Indonesia sebesar 4.128 ton atau US$ 3,01 juta. Selain itu Cina 1.247 ton atau US$ 717 ribu dan Inggris 197 ton atau US$ 166 ribu.
4. Cabai
|
|
Thailand memberikan andil volume sebesar 386 ton atau US$ 371 ribu. Cina mencatatkan volume impor sebesar 314 ton atau US$ 312 ribu.
3. Biji Gandum dan Meslin
|
|
Kemudian Kanada sebesar 248 ribu ton atau US$ 104,3 juta, Singapura 30 ribu ton atau US$ 9,87 juta, India 28.870 ton atau US$ 9,5 juta, Pakistan 3473 ton atau US$ 1,08 juta.
2. Kedelai
|
|
Kemudian Malaysia dengan volume 5581 ton atau US$ 4,4 juta, Argentina 1.719 ton atau US$ 981 ribu, Ukraina 1.189 ton atau US$ 751 ribu dan Paraguay 504 ton atau US$ 294 ribu.
1. Beras
|
|
Pada 3 bulan pertama 2013, ada 114 ribu ton atau US$ 62,6 juta beras yang diimpor. Impor beras terbanyak adalah dari Vietnam sebesar 60.250 ton atau US$ 34,3 juta. Selanjutnya Thailand dengan 18.700 ton atau US$ 12,8 juta, Pakistan 19.170 ton atau US$ 7,5 juta.
Selain itu juga ada beras India 15.927 ton atau US$ 7,5 juta, Amerika Serikat sebesar 173 ton atau US$ 226 ribu dan beberapa negara lainnya yang terhitung sebesar 47 ton atau US$ 143 ribu.
Halaman 2 dari 6










































