Bayar Pesangon, Sinivasan Minta Pemerintah Jual Aset Texmaco
Rabu, 13 Okt 2004 16:29 WIB
Jakarta - Mantan bos Texmaco Marimutu Sinivasan telah mengirimkan surat kepada pemerintah untuk menjual aset-aset Texmaco guna membayar pesangon karyawannya sebesar Rp 40 miliar. Namun pemerintah belum memutuskan apakah akan mengabulkan permintaan Sinivasan itu. Permintaan Sinivasan itu menurut Wakil Koordinator Pokja Administrasi Aset Tim Pemberesan BPPN I Nyoman Sender sudah disampaikan melalui surat yang dikirimkan satu bulan yang lalu. Dalam surat tersebut Sinivasan minta ijin kepada pemerintah (tim pemberesan) selaku kreditur Texmaco untuk menjual sebagian aset Texmaco untuk mengantisipasi pembayaran pesangon karyawannya."Surat tersebut biasa saja. Dan ditulis sebelum ada keputusan P4P untuk ancang-ancang saja. Kan mesti ada tenggang waktu untuk menjual aset. Jual aset kan gak gampang. Makanya, pagi-pagi dia sudah minta ijin. Tapi terus terang kita sendiri susah menentukan sikap," kata Sender saat ditemui di ruang kerjanya, Sudirman Square, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (13/10/2004). Sender menjelaskan, sebagai kreditur, pemerintah tidak memiliki kewajiban untuk membayar pesangon karyawan Texmaco, namun kewajiban tersebut ada di pundak Sinivasan sebagai debitur. Namun disisi lain diakui aset-aset yang akan dijual tersebut sudah dijaminkan kepada pemerintah sehingga Sinivasan harus meminta ijin kepada pemerintah. "Dia kesulitan dana, makanya dilempar ke kita dan minta ijin menjual aset. Kalau anda di posisi kita, apa gak susah? Kalau dibayar dan disetujui, seolah-olah kita mengiyakan pengambilalih (tanggung jawab). Padahal sejak awal kita berpendirian sebagai kreditur," tegas Sender.Diakui, sejauh ini pemerintah agak sulit untuk menjual aset-aset milik Texmaco mengingat segmen industrinya yang cukup strategis. Karena itu, untuk penyelesaian kasus Texmaco ini diperlukan langkah strategis yang diputuskan di level atas apakah Texmaco akan diambil alih pemerintah untuk dijadikan BUMN atau dilikuidasi.
(qom/)











































