PLN Harus Tunda Pembangunan Interkoneksi Jawa-Sumatera

PLN Harus Tunda Pembangunan Interkoneksi Jawa-Sumatera

- detikFinance
Rabu, 13 Okt 2004 17:32 WIB
Jakarta - Working Group on Power Restructuring (WGPSR) meminta Bappenas mengkaji rencana PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) membangun jaringan transmisiinterkoneksi Jawa-Sumatera melalui kabel bawah laut. WGPSR menilai proyek tersebut tidak layak karena tidak mungkin melakukan transfer daya ke Jawa-Sumatera hingga 2010.Demikian diungkapkan Koordinator WGPSR Fabby Tumiwa, kepada wartawan dalam konferensi pers di Jl. Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (13/10/2004)."Syarat-syarat teknis yang memungkinkan terjadinya transfer daya di antara dua pulau tidak tercapai. Syarat-syarat itu antara lain, tingkat cadangan daya di Jawa-Sumatera mencapai 25 persen dari beban puncak," jelasFabby.WGPSR juga melihat adanya hambatan teknis lainnya, seperti terbatasnya fasilitas transmisi di jalur Lampung-Palembang-Bukit Asam. Transmisi 150 KV pada sistem tersebut hanya mampu menyalurkan daya maksimum 100-120 MW. Dengan demikian akan terjadi bottleneck pada sistem yang sudah ada jika transfer daya dari Jawa dilakukan."Oleh karena pembangunan interkoneksi membutuhkan penguatan dan penambahanjaringan transmisi yang sudah ada berimplikasi pada biaya yang lebih besar," jelasnya.Fabby menegaskan, jika PLN tetap nekad membangun kabel bawah laut saat ini, maka biaya penyediaan tenaga listrik pada sistem Jawa dan Sumatera akan lebihtinggi."Untuk itu Depkeu, Bappenas, DESDM dan Menko perekonomian harus menghitung cost dan benefit dari proyek ini. Sambil menunggu perhitungan itu, PLNsebaiknya tidak melanjutkan rencana proyek itu," ujar Fabby.sebelumnya Dirut PLN Eddie Widiono mengatakanm, PLN berencana membangun kabel bawah laut agar dapat mentransfer daya dari Jawa ke Sumatera. WilayahSumatera saat ini mengalami krisis listrik sementara pasokan di Jawa berlebih 600 MW. Jika kabel bawah laut ada maka transfer daya amat mungkin dilakukan. (djo/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads