Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengungkapkan masalah perburuhan di Indonesia sangat rumit. Muhaimin yang biasa dipanggil Cak Imin ini mengibaratkannya seperti lingkaran setan.
Menurut Muhaimin masalah perburuhan khususnya hubungan industrial seperti upah, jaminan kesehatan, outsourcing, dan lain-lain kerap menuai polemik. Namun terlepas dari itu, ada pihak-pihak yang memberi angin segar seperti pengembang rumah murah yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Indonesia (Apersi), yang rela membangun rumah untuk para buruh.
"Masalah buruh itu banyak lingkaran setan, kalau Apersi itu lingkaran malaikat. Apersi ada untungnya menolong orang dan tentu kita bahagia jadi kita terus dorong. Kita tolong dengan memberikan uang muka untuk buruh sebanyak-banyaknya," kata Cak Imin di sela-sela peresmian rumah buruh di Karawang, Jawa Barat, Selasa (7/5/2013)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengapresiasi Apersi yang sudah menyediakan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terutama untuk pekerja formal. Selain itu, kementeriannya juga melakukan sejumlah MoU terutama dengan Kementerian Perumahan Rakyat untuk menyediakan hunian yang layak bagi para pekerja.
"Bantuan sekarang ada Rp 50 juta/kk dari PT Jamsosotek (Persero). Kemudian kita sudah lakukan MoU dengan Kemenpera untuk menyediakan rumah murah khususnya untuk pekerja baik itu rumah susun maupun rumah tapak," tandasnya. (wij/hen)










































