Khawatirkan Stok, Harga Minyak Kembali Dekati US$ 54/Barel
Kamis, 14 Okt 2004 13:00 WIB
Jakarta - Harga minyak mentah dunia kembali melambung ke level US$ 54 per barel pada Kamis (14/10/2004) menyusul akan keluarnya data cadangan minyak AS yang diperkirakan menunjukkan tipisnya persediaan bahan bakar minyak selama musim dingin.Padahal pada Rabu (13/10/2004) kemarin, harga minyak mentah dunia sempat surut ke level US$ 52 per barel karena aksi ambil untung setelah sebelumnya juga sempat menembus level tertingginya US$ 54,45 per barel.Harga minyak light sweet pada Kamis naik 29 sen ke level US$ 53,93 per barel. Sementara harga minyak brent untuk pengantaran Desember naik 45 sen ke level US$ 49,73 per barel. "Pasar mencermati laporan stok AS malam ini dan secara umum kepada produksi AS di daerah Teluk yang baru-baru ini terganggu oleh badai. Namun permintaan masih sangat kuat terutama dari Cina," kata David Thurtell, Commodities strategist Commonwealth Bank of Australia di Sidney seperti dilansir Reuters. Cadangan bahan bakar AS sendiri telah menunjukkan penurunan sebesar 6 persen pada pekan lalu dibandingkan tahun 2003 lalu. Dan jumlah ini cukup sulit untuk ditingkatkan sehubungan dengan badai yang menerpa kawasan penghasil minyak AS pada bulan lalu. US Minerals Management Service telah menyatakan, tingkat produksi minyak AS di kawasan Teluk hanya sekitar 72 persen dari tingkat produksi normal sebesar 1,7 juta barel per hado menyusul terpaan badai Ivan pada bulan lalu.Para pialang juga khawatir AS akan kehabisan waktu untuk menyediakan bahan bakar pada musim dingin, demikian juga di Eropa dan Asia.
(qom/)











































